Demo Buruh di Prancis Ricuh

    Marcheilla Ariesta - 02 Mei 2019 11:27 WIB
    Demo Buruh di Prancis Ricuh
    Demonstrasi Hari Buruh di Paris berlangsung ricuh. (Foto:AFP)
    Paris: Demonstrasi Hari Buruh di Paris berlangsung ricuh. Sekelompok orang bertopeng bentrok dengan polisi anti huru-hara yanh menyebabkan tiga petugas kepolisian terluka dan sekitar 300 orang ditangkap.

    Seorang polisi terluka di kepalanya usai dilempari batu. Dia langsung dievakuasi ke rumah sakit. 

    Sementara dua lainnya juga dilaporkan terluka setelah bentrokan keras dengan aktivis radikal yang telah membajak demostrasi tradisional itu. Mereka berpakaian hitam dan mulai melakukan aksi anarkisnya pukul 2.30 malam.

    Dijuluki sebagai Blok Hitam, mereka bergerak ke arah polisi anti huru hara, meneriakkan slogan-slogan anti-kapitalisme. Beberapa sepeda motor dibakar dan properti dirusak di Place de l'Italie, Paris timur. Polisi menembakkan gas air mata.

    Menurut markas besar kepolisian Paris, 288 orang ditangkap pada pukul 5:00 waktu setempat. Sebanyak 220 ditahan atas tuduhan melakukan tindakan kekerasan.

    Melihat kericuhan tersebut, Presiden Emmanuel Macron mengambil sikap tegas atas segala kekerasan. Lebih dari 7.400 polisi dikerahkan ke seantero Paris.

    Pengamanan diperketat dengan pemeriksaan identitas dan tas, terutama di situs-situs sensitif termasuk stasiun kereta api.

    "Respons segera, penangkapan, intervensi: polisi dan petugas pemadam kebakaran lebih sering dimobilisasi. Tidak ada pelecehan yang harus ditoleransi di sela-sela demonstrasi," kata prefektur Paris dalam pesan di Twitter, dilansir dari Xinhua, Kamis, 2 Mei 2019.

    Khawatir akan terjadi kekerasan dan perusakan properti publik, pihak berwenang telah membarikade lingkungan di dekat Elysee Palace, Majelis Nasional dan Katedral Notre Dame. Mereka juga meminta toko-toko, restoran, dan kafe di sepanjang rute demo tersebut ditutup rapat, khawatir adanya penjarahan.

    Perayaan Hari Buruh Internasional tahun ini didominasi oleh gerakan "Rompi Kuning". Gerakan ini memulai aksinya sejak November 2018, dengan tuntutan biaya hidup yang tinggi dan kemudian berubah menjadi pemberontakan sosial terhadap Macron. 



    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id