Ribuan Warga Eropa Kecam Invasi Turki ke Suriah

    Willy Haryono - 13 Oktober 2019 19:07 WIB
    Ribuan Warga Eropa Kecam Invasi Turki ke Suriah
    Ribuan orang berunjuk rasa di Paris, Prancis, Sabtu 12 Oktober 2019, dalam menentang invasi Turki ke Suriah. (Foto: AFP)
    Paris: Ribuan orang, beberapa dari mereka meneriakkan "Erdogan teroris," turun ke jalanan Paris dan kota besar lainnya di Eropa, Sabtu 12 Oktober 2019, dalam aksi menentang invasi Turki ke Suriah.

    Operasi militer Turki tersebut dimulai pada Rabu 9 Oktober, usai Presiden AS Donald Trump menarik sejumlah pasukan AS dari perbatasan Suriah. Turki menilai penarikan itu sebagai "lampu hijau" untuk melancarkan serangan ke Suriah utara.

    Sejumlah demonstran beraksi dengan membawa bendera Kurdi berwarna hijau, merah dan kuning. Sebagian lainnya membawa spanduk bertuliskan "Trump = pembunuh berantai" dan juga "Erdogan adalah pemimpin sebenarnya dari Daesh."

    Daesh adalah akronim bahasa Arab untuk kelompok militan Islamic State (ISIS).

    Koordinator aksi protes di Prancis mengklaim "lebih dari 20 ribu orang" ikut serta dalam demonstrasi di Paris. Unjuk rasa berlangsung usai Turki meningkatkan serangannya terhadap pasukan Kurdi di kota Ras al-Ain di Suriah utara.

    "Turkey menginvasi Rojava (zona yang diklaim Kurdi di Suriah), dan Eropa akan terus mengawasi," teriak sejumlah pedemo, disitat dari laman AFP. Kepolisian Paris mengestimasi jumlah demonstran anti-Turki di ibu kota Prancis berkisar 4.000.

    Seorang juru bicara grup Kurdi di Prancis menyerukan AS dan juga Uni Eropa untuk segera menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Turki.

    Aksi protes serupa juga terjadi di beberapa kota di Prancis, termasuk Marseille, Strasbourg, Bordeaux, Lille dan Grenoble.

    Usai invasi Turki ke Suriah terjadi, Trump menghadapi gelombang kritik dari pemerintahannya sendiri karena dinilai telah menelantarkan Pasukan Demokratik Kurdi atau SDF.

    SDF adalah mitra utama AS dalam memerangi ISIS di Suriah. Namun bagi Turki, SDF adalah aliansi dari milisi Kurdi yang dianggap sebagai teroris.

    Di negara lain, aksi menentang invasi Turki juga berlangsung di Jerman. Menurut kantor berita DPA, lebih dari 10 ribu orang ikut serta dalam aksi protes di Cologne.

    Sementara di Budapest, Hongaria, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung kedutaan besar Turki dan AS. Sekelompok Kurdi juga terpantau ikut beraksi di Nicosia, ibu kota dari Siprus.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id