Pasar Malam Indonesia Hadir di Malmo Swedia

    Sonya Michaella - 22 September 2019 11:17 WIB
    Pasar Malam Indonesia Hadir di Malmo Swedia
    Pasar Malam Indonesia 2019 digelar di kota Malmo, Swedia. (Foto: KBRI Stockholm)
    Malmo: Pasar Malam Indonesia tahun ini kembali sukses menarik perhatian warga Swedia. Kali ini, pasar malam diselenggarakan di kota Malmo. 

    Kegiatan tahunan ini diselenggarakan oleh Svensk Indonesiska Bagusföreningen-Malmo (Swedish Indonesia Bagus Organization) yang dikelola oleh warga Swedia dengan tujuan memperkenalkan budaya Indonesia di negara ini.

    "Di Swedia ini, semua WNI menjadi sebuah keluarga besar, walau berbeda latar belakang suku dan agama, namun semua bersatu menjadi sebuah keluarga besar, keluarga NKRI," kata Duta Besar RI untuk Swedia Bagas Hapsoro, dalam keterangan tertulis KBRI Stockholm kepada Medcom.id, Minggu 22 September 2019.

    Bagas menambahkan, WNI di Swedia dapat mencontoh gaya hidup ‘Lagoom’ yang dilakukan oleh orang Swedia, yaitu kehidupan yang tidak berlebihan, menjunjung tinggi sifat sopan santun, dan rendah hati.

    "Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya untuk masyarakat Indonesia yang telah selama ini mempromosikan kebudayaan Indonesia, khususnya juga untuk Bagusföreningen yang telah sangat aktif mempromosikan kebudayaan Indonesia dalam bentuk tari-tarian," ujar Bagas.

    Promosi kebudayaan tersebut, lanjutnya, telah membuat nama Indonesia didengar oleh masyarakat internasional, khususnya di Swedia.

    Di pasar malam tersebut, ditampilkan berbagai kesenian Indonesia, khususnya tari-tarian dan musik. Tim tari dari Bagusföreningen, yaitu Tim Anak Bagus (tim tari anak-anak) dan Tim Menari Bagus menampilkan berbagai tarian tradisional Indonesia. Tim tari dikooordinir oleh Nina Hansson dan Eka Resmiati Gunnarsson.

    Tim Anak Bagus menampilkan tarian Persembahan, Mbok Jamu, Tari Topeng, Tari Piring, Ondel-Ondel, dan Sajojo. Sedangkan Tim Menari Bagus menampilkan Tari Janger, Tari Burung Enggang, Tari Tor-Tor, dan Nandak Ganjen.

    Uniknya, anggota tim tari ini merupakan keturunan warga asing yaitu dari Swedia, Amerika Serikar, Iran, dan Bosnia serta Ekuador. Meski demikian, tidak sedikitpun terlihat kecanggungan anggota Tim Anak Bagus ketika beraksi menarikan tarian tradisional Indonesia.

    Turut tampil dalam pasar malam tersebut adalah tim tari dari Svensk Indonesiska Kulturföreningen-Gothenburg, penampilan musik dari pelajar di World Maritime University, dan penampilan band komunitas WNI di Swedia.

    Svensk Indonesiska Bagusföreningen (Swedish Indonesia Bagus Organization) di Malmö merupakan Organisasi Indonesia-Swedia yang memiliki tujuan utama meningkatkan perhatian dan ketertarikan khususnya mengenai kebudayaan Indonesia ke masyarakat Swedia dan sebaliknya. Saat ini, bertindak selaku Chairman Bagusföreningen adalah Hans Hansson. 

    Bagusföreningen memiliki banyak anggota WNA dengan ketertarikan tinggi dengan budaya Indonesia, khususnya tari-tarian tradisional. Tim tari Bagusföreningen telah kerap kali mengisi berbagai acara dan festival kebudayaan yang diselenggarakan di Swedia.

    Tim tari tersebut juga turut memeriahkan penyelenggaraan Pesta Rakyat dalam memperingati HUT ke-74 RI di Wisma Duta RI, Lidingö, Stockholm, 17 Agustus 2019. Organisasi serupa juga ada di beberapa kota lain di Swedia, seperti Stockholm dan Gothenburg.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id