Indonesia Minta Belanda Bantu Atasi Diskriminasi Sawit

    Marcheilla Ariesta - 08 Oktober 2019 03:45 WIB
    Indonesia Minta Belanda Bantu Atasi Diskriminasi Sawit
    Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
    Jakarta: Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, melakukan kunjungan ketiganya ke Indonesia. Saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Indonesia meminta Belanda membantu atasi diskriminasi sawit.

    "Kita minta dukungan Belanda agar bisa menjadi salah satu negara yang turut membantu mengatasi diskriminasi ekspor kelapa sawit," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, di Jakarta, Senin, 7 Oktober 2019.

    Meski demikian, kata Faiza, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Menteri Pembangunan Belanda di New York, beberapa waktu lalu, sudah cukup memperlihatkan komitmen Negeri Kicir Angin terhadap sawit Indonesia. Dia menambahkan, MoU tersebut memastikan ekspor kelapa sawit Indonesia diterima pasar Belanda.

    Selain membahas mengenai sawit, kedua kepala negara ini juga berbincang tentang kerja sama kemaritiman. Faizasyah, yang juga pelaksana tugas juru bicara Kemenlu RI ini menyampaikan, Belanda termasuk negara terdepan dalam teknologi kemaritiman.

    Dia menambahkan, ada beberapa poin kerja sama yang saat ini sudah berjalan antara kedua negara, dalam bidang kemaritiman.

    "Dalam pengelolaan air misalnya, pengelolaan masalah banjir. Itu kita kerjasamakan antara Indonesia dan Belanda. Ada lima proyek kalau tidak salah. Dan ke depannya, prospek kerja sama terus ada," lanjut dia.

    Dalam pertemuan di Istana Bogor, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan fokus pembangunan sumber daya manusia dalam lima tahun ke depan. Dia menjelaskan prioritas agendanya di kepemimpinan berikutnya.

    Kedatangan Rutte datang ke Indonesia tak hanya bertemu Jokowi. Dirinya hadir dalam diskusi publik yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta.

    Dalam diskusi publik tersebut, dia menyampaikan bahwa Indonesia dan Belanda memiliki hubungan sangat dekat saat ini. Dia menuturkan, senang bisa kembali ke Indonesia dan mengenang betapa ayahnya sangat mencintai Negeri Seribu Pulau ini.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id