Trump dan Greta Thunberg akan Beradu Visi di Davos

    Willy Haryono - 21 Januari 2020 12:31 WIB
    Trump dan Greta Thunberg akan Beradu Visi di Davos
    Aktivis lingkungan Greta Thunberg dalam wawancara bersama AFP di Hampton, AS, 12 November 2019. (Foto: AFP/NICHOLAS KAMM)
    Davos: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan aktivis remaja asal Swedia Greta Thunberg akan beradu visi mengenai perubahan iklim dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos hari ini, Selasa 21 Januari 2020. Trump dan Thunberg memiliki pandangan yang bertolak belakang mengenai perubahan iklim.

    WEF selama empat hari di wilayah pegunungan Alpen, Swiss akan mendiskusikan bahaya perubahan iklim terhadap lingkungan dan juga perekonomian global.

    Trump, yang berulang kali mengungkapkan keraguannya atas perubahan iklim, dijadwalkan memberikan pidato perdana di Davos. Pidato disampaikan di hari yang sama saat persidangan pemakzulan dirinya berlangsung di Senat.

    Dikutip dari AFP, Thunberg juga dijadwalkan menghadiri sebuah pertemuan di WEF Davos 2020 di hari pertama. Ia diyakini akan menyampaikan sebuah pesan yang telah menjadi sorotan global, yakni bahwa banyak negara yang gagal atau tidak mau mengambil langkah-langkah antisipatif terkait perubahan iklim.

    Laporan Global Risks yang dirilis WEF pekan kemarin mengingatkan bahwa "perubahan iklim berimbas lebih keras dan cepat" terhadap kehidupan manusia. Dalam laporan disebutkan jika kondisi terkini tidak diantisipasi, maka temperatur global akan naik menjadi sedikitnya 3 derajat Celcius di akhir abad ini.

    Pernah terlibat perang kata-kata di Twitter, Trump dan Thunberg kemungkinan tidak akan bertemu secara langsung di Davos. Namun padatnya lokasi serta jadwal di WEF Davos memungkinkan keduanya bertemu secara tak disengaja.

    Saat Trump dan rombongannya berjalan di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York tahun lalu, Thunberg berada dalam satu ruangan. Foto dirinya yang memperlihatkan tatapan tajam ke arah Trump menjadi viral di internet.

    "Perubahan iklim adalah topik panas di Davos," kata Chris Williamson, kepala ekonom IHS Markit. Menurutnya, banyak pihak mulai menyadari bahwa perubahan iklim dapat berdampak buruk bagi perekonomian.

    Kepala Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen menyinggung mengenai perubahan iklim dalam seremoni penyambutan tamu di Davos. Ia mengatakan bahwa "manusia sudah sejak lama mengambil sumber daya alam, namun sebagai gantinya justru menghasilkan limbah dan polusi."



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id