Korban Tewas Ledakan Pabrik Kimia Spanyol Jadi Tiga Orang

    Arpan Rahman - 16 Januari 2020 15:04 WIB
    Korban Tewas Ledakan Pabrik Kimia Spanyol Jadi Tiga Orang
    Ledakan yang terjadi di sebuah pabrik kimia di Spanyol. Foto: BBC
    La Canonja: Sebuah pelat logam besar melayang oleh ledakan di sebuah pabrik kimia di wilayah otonom Spanyol, Catalonia. Akibatnya menewaskan seorang pria pada jarak 3 kilometer jauhnya.

    Pria itu, yang hanya disebutkan bernama Sergio, berada di apartemennya ketika satu ton benda itu menghantam, menyebabkan sebagian dari bangunan itu runtuh, kata para pejabat.

    Seorang karyawan pabrik juga tewas dalam ledakan Selasa. Pekerja lain meninggal karena cedera pada Rabu.

    Disitir dari BBC, Kamis 16 Januari 2020, ledakan terjadi sekitar pukul 18:40 waktu setempat di La Canonja.

    Pihak berwenang mengatakan itu mungkin disebabkan oleh kecelakaan kimia, tetapi tidak ada zat beracun yang menyebar.

    Namun, orang-orang awalnya didesak agar tetap berada di dalam rumah ketika ledakan di lokasi tepat di sebelah selatan Tarragona memicu kebakaran besar.

    Penduduk perumahan Placa García Lorca di Torreforta terdekat, lokasi lelaki itu terbunuh, menggambarkan melihat ‘bola api’ melayang melintasi langit pada saat kejadian.

    Petugas pemadam kebakaran kemudian mengkonfirmasi bahwa ini adalah pelat logam dari lokasi pabrik, yang menurut mereka beratnya sekitar satu ton.

    Warga setempat Antonia Mora berkata kepada surat kabar Spanyol El Pais ‘itu seperti bom’. Saksi mata menggambarkan melihat benda besar menabrak gedung, menyebabkan kerusakan pada eksterior.

    Puluhan petugas pemadam kebakaran bekerja sepanjang malam hingga Rabu mengatasi kobaran api di pabrik Industrias Quimicas del Oxido de Etileno.

    Seorang reporter untuk stasiun penyiaran publik Spanyol RTVE, Jesus Navarro, mengunggah gambar di Twitter, yang menunjukkan struktur hancur di lokasi pabrik. Air disemprotkan ke tangki yang mengandung bahan kimia agar tetap dingin.

    Pabrik memproduksi bahan kimia seperti etilen oksida -- yang dapat digunakan untuk membuat antibeku, pestisida, dan mensterilkan peralatan rumah sakit -- dan propilena oksida, yang digunakan untuk membuat plastik. Keduanya sangat mudah terbakar.

    Tim penyelamat dengan anjing pelacak menemukan mayat korban kedua, seorang anggota staf senior di pabrik, pada dini hari Rabu. Pencarian dibatalkan semalaman karena visibilitas yang buruk dan kondisi berbahaya.

    Delapan orang terluka dalam ledakan itu, dan satu dari mereka meninggal pada Rabu.

    Selasa malam, pemimpin Catalan Quim Torra berkata kepada wartawan: "Sekarang kami dapat mengirim pesan ketenangan dan kepercayaan diri kepada warga. Tidak ada racun dan karenanya orang dapat melanjutkan kehidupan mereka seperti biasa."

    Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez kemudian menawarkan dukungan kepada otoritas Catalan dalam menangani kecelakaan tersebut.

    Jalan dan sistem transportasi umum di daerah yang ditutup sebagai tindakan pencegahan dibuka kembali pada Rabu.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id