Ratusan Ribu Warga Ceko Desak Mundur PM Babis

    Willy Haryono - 24 Juni 2019 07:10 WIB
    Ratusan Ribu Warga Ceko Desak Mundur PM Babis
    Sekitar seperempat juta warga berunjuk rasa di Praha, Minggu 23 Juni 2019. (AFP/Michal Cizek)
    Praha: Ratusan ribu pengunjuk rasa turun ke jalanan kota Praha untuk menuntut agar Perdana Menteri Andrej Babis mundur dari jabatannya, Minggu 23 Juni 2019. Desakan mundur diserukan saat PM Babis tengah menghadapi investigasi dugaan kasus penipuan dan masalah kepentingan dengan Uni Eropa.

    Pihak penyelenggara mengatakan sekitar 250 ribu warga mengikuti aksi protes. Angka tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen.

    Dikutip dari BBC, demonstrasi terbaru di Praha ini disebut-sebut sebagai yang terbesar sejak runtuhnya komunisme pada 1989. 

    Aksi dikoordinasikan grup Million Moments for Democracy. Awalnya grup tersebut hanya terdiri dari sekelompok mahasiswa, namun kini berkembang menjadi gerakan massa.

    Million Moments for Democracy telah menggelar rangkaian protes di Republik Ceko sepanjang tahun ini. Unjuk rasa besar sebelumnya digelar pada 5 Juni, yang angka demonstrannya mencapai 120 ribu.

    "Jika dilihat dari foto udara, sepertinya jumlah demonstran sekitar 250 ribu. Kita lihat saja apakah akan ada tambahan orang lagi yang datang," kata kepala Million Moments for Democracy, Mikulas Minar, kepada kantor berita AFP.

    PM Babis menghadapi investigasi kriminal atas tuduhan menggelapkan dana sebesar EUR2 juta atau setara Rp32 miliar yang merupakan subsidi dari UE sekitar 10 tahun lalu. Ia dicurigai menyembunyikan kepemilikan sebuah pusat konferensi sehingga dapat dinyatakan layak menerima subsidi UE.

    Menurut PM Babis, tuduhan penggelapan dana subsidi UE ini sebagai "sebuah serangan terhadap Republik Ceko." Ia menolak mengembalikan dana subsidi tersebut.

    "Republik Ceko saya pastikan tidak akan mengembalikan subsidi apapun. Tidak ada alasan untuk melakukan hal tersebut, karena saya tidak melanggar aturan hukum Ceko maupun Eropa," tegas PM Babis.

    Ia menilai tuduhan mengenai subsidi sebagai skema bernuansa politik untuk menjatuhkannya. Namun jika dinyatakan bersalah, PM Babis terancam vonis 10 tahun penjara.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id