WHO Ingatkan Ancaman Kebangkitan Kembali Penyakit Campak

    Willy Haryono - 03 Desember 2019 15:11 WIB
    WHO Ingatkan Ancaman Kebangkitan Kembali Penyakit Campak
    Seorang dokter memberikan vaksinasi campak di Hannover, Jerman, 28 Agustus 2019. (Foto: AFP/dpa/JULIAN STRATENSCHULTE)
    Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan ancaman terjadinya "kemunduran" dalam upaya komunitas global mengeliminasi penyakit campak. Peringatan disampaikan WHO saat jumlah kematian akibat wabah campak di Samoa terus meningkat.

    Total 55 orang meninggal akibat wabah campak di Samoa, yang mulai terdeteksi pada pertengahan Oktober lalu. Sebanyak 50 dari total kematian tersebut adalah anak-anak di bawah usia empat tahun.

    Sekitar 18 balita lainnya masih dirawat di rumah sakit Samoa, dan belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Dalam 24 jam terakhir, tercatat ada 153 kasus baru campak di Samoa.

    Staf medis WHO, Jose Hagan, menilai wabah di Samoa adalah pengingat bagi seluruh masyarakat global mengenai betapa menularnya penyakit campak.

    "Angka kematian akibat campak lebih tinggi dari perkiraan banyak orang," ucap Hagan kepada Radio New Zealand.

    "Ini adalah sebuah penyakit akut. Karena sudah jarang melihatnya lagi, kita semua terkejut saat mengetahui ternyata (campak) dapat begitu mematikan," lanjut dia, dilansir dari AFP, Selasa 3 Desember 2019.

    Ia mengatakan rata-rata kematian di Samoa sejauh ini memang kurang di bawah dua persen dari total kasus. Namun ia mengingatkan angkanya dapat mencapai lima persen di beberapa negara berkembang.

    Hagan mengatakan terbukanya akses bagi masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi campak diperkirakan telah menyelamatkan 21 juta jiwa dalam 20 tahun terakhir.

    "Namun belakangan terlihat tanda-tanda kemunduran (dalam upaya mengeliminasi campak), dan wabah penyakit ini bermunculan lagi di seluruh kawasan WHO," sebut Hagan.

    Kasus campak kembali bermunculan di beberapa negara Eropa. Inggris, Yunani, Republik Ceko dan Albania telah kehilangan status bebas campak mereka pada Agustus lalu. Amerika Serikat hampir kehilangan status itu beberapa bulan setelahnya.

    WHO menyebutkan beberapa faktor menurunnya tingkat imunisasi campak, termasuk sulitnya mendapat akses kesehatan dan misinformasi mengenai vaksinasi.

    Perdana Menteri Samoa Tuilaepa Sailele Malielegaoi menegaskan bahwa vaksinasi adalah satu-satunya jawaban untuk memerangi wabah campak.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id