Penumpang Coba Makan Ponsel, Pesawat Terpaksa Mendarat Darurat

    Arpan Rahman - 18 Februari 2020 20:13 WIB
    Penumpang Coba Makan Ponsel, Pesawat Terpaksa Mendarat Darurat
    Ilustrasi oleh AFP.
    Manchester: Seorang penumpang dalam penerbangan EasyJet dari Manchester, Inggris, ke Islandia memaksa pesawat mendarat tiba-tiba. Insiden terjadi ketika dia melecehkan penumpang lain dan kru serta mencoba memakan ponselnya sendiri.

    Menurut Edinburgh News, pada 28 Januari, Matthew Flaherty berada di pesawat ketika ia mengeluarkan sebotol gin dari kompartemen di atas kepalanya. Dia dengan cepat menjadi mabuk dan berupaya menjalin percakapan dengan seorang penumpang wanita.

    Dirilis dari Newsweek, Senin 17 Februari 2020, ketika wanita itu mengabaikannya, Flaherty mulai mengutuknya dan kemudian mengatakan bahwa dia akan membunuh keluarga wanita itu.

    Awak pesawat mencoba meredakan situasi, tetapi Flaherty kemudian mulai mencaci mereka. Dia juga terlibat pertengkaran dengan seorang penumpang laki-laki yang berusaha mengakses tempat sampah.

    Ketika awak pesawat mencoba menenangkannya, ia mengancam manajer awak kabin, yang kemudian berkonsultasi dengan pilot, membuat keputusan untuk mengunci pintu kokpit dan mendaratkan pesawat secara darurat di Edinburgh terdekat.

    Ketika pesawat itu turun, Flaherty mengeluarkan ponselnya dan mulai mencabiknya, melukai tangannya dalam proses itu. Dia mengambil beberapa bagian yang rusak dan menaruhnya ke mulutnya.

    Baterai ponsel jatuh ke kursi dan mulai terbakar dan mengeluarkan asap. Seorang pramugari bisa mengambilnya dan memadamkannya dalam segelas air sebelum ada yang terbakar.

    Setelah pesawat mendarat, polisi menahan Flaherty. The News melaporkan bahwa ia terus mengancam satu polisi dan menyebut hinaan rasial ketika ia sedang ditahan di penjara.

    Flaherty muncul di Pengadilan Sheriff Edinburgh pada Senin, di mana ia mengaku bersalah atas tuduhan termasuk berperilaku dengan cara yang tidak tertib dan bertindak dengan cara yang dapat membahayakan pesawat terbang. Dia dijadwalkan akan dihukum bulan depan.

    “Klien saya hanya tahu sedikit atau tidak ingat tentang kejadian itu, disebabkan oleh campuran alkohol dengan obat penghilang rasa sakit yang diresepkan kepadanya untuk penyakit saraf terjepit. Dia sangat terkejut dengan perilakunya,” ujar pengacara Flaherty, Richard Souter, seperti dikutip Newsweek.

    Diketahui, makan ponsel bisa sangat berbahaya bagi kesehatan. Pada 2016, Fox News melaporkan bahwa seorang tahanan di Irlandia telah menelan sebuah telepon untuk menyembunyikannya dari penjaga, lantas ponsel itu bersarang di perutnya. Dokter berusaha mengeluarkan ponsel dengan tabung rusak melalui kerongkongannya, tetapi ketika metode itu tidak berhasil mereka harus melakukan operasi untuk memotong perutnya dan mengeluarkan perangkat telepon genggam tersebut.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id