Polisi Prancis Evakuasi Ratusan Imigran dari Penampungan Liar

    Medcom - 07 November 2019 19:14 WIB
    Polisi Prancis Evakuasi Ratusan Imigran dari Penampungan Liar
    Kemah-kemah imigran yang memenuhi wilayah Paris, Prancis mulai dievakuasi. Foto: AFP
    Paris: Polisi Prancis mengevakuasi ratusan imigran dari dua perkemahan di Paris utara pada Kamis 7 November 2019. Sehari sebelumnya, pemerintah meluncurkan serangkaian langkah-langkah untuk mengambil kembali kendali imigrasi.

    “Sekitar 600 petugas polisi mengawal para migran dari tenda-tenda tempat mereka diangkut pusat-pusat penerimaan, yang dimulai dengan hujan lebat sekitar pukul 6:00 pagi waktu setempat,” kata wartawan AFP.

    Dilansir dari AFP, dua perkemahan di Porte de la Chapelle terlindung dan diyakini menampung antara 600 dan 1.200 migran.

    Banyak penghuninya, yang termasuk keluarga dengan anak-anak, mengatakan mereka berasal dari Afghanistan atau Afrika sub-Sahara.

    "Saya tidak bisa membiarkan situasi berbahaya seperti ini. (Situasi) ini tidak bisa dibiarkan," kata kepala polisi Paris, Didier Lallement kepada wartawan di lokasi kejadian.

    Dia mengatakan operasi itu, salah satu yang terbesar di Paris sejak perkemahan secara teratur mulai bermunculan pada 2015. "Operasi diputuskan dalam rangka implementasi rencana (pemerintah), (operasi) itu tidak terjadi secara kebetulan," tegas Lallement.

    Presiden Emmanuel Macron telah bersumpah untuk menindak imigran sebagai upaya menjaga agar partai-partai sayap kanan tidak menyedot pemilih menjelang pemilihan kota tahun depan.

    "Kami ingin mengambil kembali kendali atas kebijakan migrasi kami," kata Perdana Menteri Edouard Philippe pada konferensi pers Rabu dan mengungkapkan serangkaian langkah-langkah yang katanya bertujuan memperkuat 'kedaulatan' Prancis.

    Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner memperingatkan bahwa beberapa perkemahan yang menampung hingga 3.000 migran di timur laut Paris akan dievakuasi sebelum akhir tahun ini.

    Castaner juga mengatakan bahwa 16.000 tempat akan disediakan di tiga pusat migran baru, sebuah upaya untuk mencegah migran mendirikan permukiman baru.

    Awa, seorang wanita berusia 32 tahun dari Pantai Gading, mengatakan dia telah tidur di tenda di Porte de la Chapelle sejak tiba di Prancis setahun yang lalu.

    "Hujan dan dingin. Aku tidak tahu ke mana aku harus pergi, tapi aku senang karena aku akan memiliki tempat menginap malam ini," katanya, sambil menunggu dalam antrean yang hanya membawa sebuah ransel.



    Penulis: Fitri Nur Rizkyani



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id