Sembilan Tewas, Empat Hilang saat Badai Gloria Landa Spanyol

    Arpan Rahman - 23 Januari 2020 12:55 WIB
    Sembilan Tewas, Empat Hilang saat Badai Gloria Landa Spanyol
    Sebuah jembatan terputus akibat banjir yang dipicu badai Gloria di Spanyol. Foto: AFP
    Girona: Sembilan orang tewas dan empat hilang setelah badai Gloria terus menghantam wilayah timur Spanyol. Angin kencang, hujan lebat, salju turun, dan ombak besar menghantam wilayah tersebut.

    Badai itu, yang telah menyebabkan 220.000 orang di daerah Tarragona tanpa listrik pada Selasa, mulai bergeser pada Rabu, tetapi beberapa daerah timur laut dan Balearic tetap dalam siaga oranye.

    Seorang pria meninggal karena hipotermia di Carcaixent, Valencia pada Rabu 22 Januari, sementara seorang wanita tewas di provinsi Alicante ketika rumahnya runtuh. Seorang petani di Almeria meninggal setelah terperangkap di dalam rumah kaca selama hujan es dan seorang pria lain ditemukan tewas di daerah banjir beberapa kilometer ke daratan dari Benidorm.

    Badai Gloria sudah merenggut lima nyawa lainnya antara Minggu dan Selasa dengan kecepatan angin hingga 144km per jam dan gelombang setinggi 13,5 meter.

    Seorang pria tertabrak ketika ia membersihkan salju di ban mobilnya di Asturias pada Minggu. Sementara seorang pria lainnya tewas setelah tertimpa genteng di Avila pada hari yang sama. Tiga orang lainnya diperkirakan meninggal karena hipotermia di Valencia pada Senin dan Selasa.

    Tim penyelamat masih mencari empat orang hilang, di antaranya seorang warga Inggris berusia 25 tahun yang menghilang saat mengendarai sepeda motornya di Ibiza utara.

    Dani Palacios, kepala layanan pantai untuk Barcelona di timur laut, mengatakan kepada stasiun penyiaran lokal Beteve bahwa Gloria adalah badai laut terburuk sejak 2003 dan mungkin abad ini.

    Cuaca buruk juga membawa air laut mengalir ke delta Ebro, salah satu lahan basah paling penting di Spanyol, menggenangi ribuan hektar tanaman padi.

    "Kami tidak dapat mengingat hal serupa yang pernah terjadi," Wali Kota setempat, Lluis Soler, mengatakan kepada radio Cadena SER.

    "Sangat dramatis melihat bagaimana sungai meluap dan gelombang laut menghantam jarak beberapa kilometer ke daratan," tukasnya, dikutip dari Guardian, Kamis 23 Januari 2020.

    Perdana menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menawarkan dukungan dan belasungkawa kepada keluarga mereka yang tewas "dan kepada mereka yang menderita akibat fatal dari cuaca badai ini". Dia juga berterima kasih kepada layanan darurat negara atas upaya mereka.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id