• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 20 NOV 2018 - RP 51.121.521.604

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

 bosnia  

Kematian Seorang Pemuda di Bosnia Picu Protes Nasional

Arpan Rahman - 07 Juli 2018 19:04 wib
Keluarga dari Dragicevic berada di garda terdepan dalam protes
Keluarga dari Dragicevic berada di garda terdepan dalam protes besar di Bosnia. (Foto: AFP/ELVIS BARUKCIC)

Banja Luka: Ketika jasad seorang mahasiswa berusia 21 tahun ditemukan di sebuah sungai di Bosnia pada Maret, polisi mengatakan itu merupakan kecelakaan. Tapi keluarganya meyakini ada sesuatu yang tidak beres, dan menyerukan gelombang protes yang tak pernah terjadi di Bosnia sejak 2014.

Sebelum dinyatakan hilang, David Dragicevic hanya seorang anak muda biasa yang belajar teknologi di kota kecil Banja Luka di Bosnia utara.

Namun ajalnya telah menjadi simbol gerakan protes sipil melawan ketidakadilan dan korupsi, yang terus meningkat menjelang pemilihan umum di Bosnia pada Oktober mendatang.

Seperti dikutip dari AFP, tewasnya Dragicevic telah mendominasi wacana politik di Republika Srpska, entitas Bosnia yang diperintah Serbia, dengan ibu kotanya bernama Banja Luka.

Protes nasional sangat jarang terjadi di Bosnia, negara dengan total penduduk 3,5 juta jiwa. Di negara ini, politik telah lama terbelah antar etnis sejak perang 1992-1995 yang menewaskan 100.000 orang. Kematian Dragicevic diduga kuat terkait dengan ketegangan etnis.

Jasad Dragicevic ditemukan enam hari setelah dia hilang. Polisi mengklasifikasikannya sebagai kecelakaan terkait perampokan. Polisi kemudian menyebutnya sebagai seorang pecandu narkotika.

Pernyataan polisi memicu amarah keluarga, yang tetap meyakini Dragicevic terbunuh. Sang ayah, Davor, berulang kali menuntut agar keadilan ditegakkan.

Sejak akhir Maret, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di Banja Luka setiap hari untuk menuntut "kebenaran" dan "keadilan." Banyak yang mengenakan baju hitam bertuliskan gambar pemuda itu, yang berambut hitam dan gimbal.

Aksi ini telah mendapat dukungan dari etnis minoritas, yang semuanya diyakini akan menghadiri demonstrasi besar-besaran pada Sabtu 7 Juli 2018.


(WIL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.