Indonesia Dalami Peluang Kerja Sama industri Strategis dengan Polandia

    Sonya Michaella - 10 Juni 2017 09:59 WIB
    Indonesia Dalami Peluang Kerja Sama industri Strategis dengan Polandia
    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan berkunjung ke Polandia atas undangan Menteri Ekonomi Maritim dan Navigasi Darat Polandia Marek Grobarczyk. (Foto: Dok.KBRI Warsawa).
    medcom.id, Warsawa: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan berkunjung ke Polandia atas undangan Menteri Ekonomi Maritim dan Navigasi Darat Polandia Marek Grobarczyk.

    Dalam kunjungannya ini, Luhut melihat bahwa Polandia memiliki banyak potensi kerja sama untuk dikembangkan dengan Indonesia. Luhut juga menyempatkan diri untuk mengunjungi perwakilan Indonesia di Polandia, yakni KBRI Warsawa.
     
    "Industri strategis Indonesia seperti PT PAL dan PT Pindad dapat mengembangkan kerja sama dengan Polandia. Selain itu, teknologi radar militer Indonesia juga dapat dikembangkan melalui kerja sama antara ITB dan Pit-Radwar Polandia," ucap Luhut, seperti keterangan tertulis dari KBRI Warsawa kepada Metrotvnews.com, Sabtu 10 Juni 2017.
     
    Ia menambahkan, di sektor industri minyak kelapa sawit, Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan kerja sama dalam bentuk proses bersama dengan Polandia sehingga produk Indonesia dapat menembus pasar Eropa. 
     
    Di kunjungan ini, Luhut bertemu dengan Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Bartosz Kownacki, yang khusus melakukan courtesy call dengannya di Wisma Duta RI. Setelah itu, ia juga bertemu dengab Wakil Perdana Menteri Polandia yang juga menjabat sebagai Menteri Pembangunan dan Keuangan, Mateusz Morawiecki. 
     
    Beberapa hal yang diangkat pada pertemuan tersebut antara lain penerbangan langsung Indonesia-Polandia dengan menggunakan Garuda Indonesia dan maskapai nasional Polandia, LOT Polish Airlines, serta meminta dukungan Polandia atas nominasi Dubes Arif Havas Oegroseno menjadi calon hakim Pengadilan Laut Internasional periode 2017 – 2026 dan potensi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara kedua negara.
     
    "Dibahas juga kemungkinan kerja sama di bidang energi asal sampah (waste to energy). Indonesia dan Polandia melalui perusahaan Rafako, juga akan bekerja sama di bidang energi dalam penyediaan listrik sebanyak 100 megawatt di daerah Lombok," tutur dia.
     
    Luhut menilai, kelanjutan dari pembahasan ini pasti bisa lebih didalami oleh KBRI Warsawa sebagai wakil Indonesia di Polandia. Luhut juga menyempatkan diri untuk menghadiri acara penyerahan alat musik kolintang dari KBRI Warsawa kepada Pemerintah Polandia melalui Museum Asia Pasifik.
     
    "Indonesia merupakan negara yang beragam dan terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya, termasuk alat musik tradisional. Kolintang merupakan alat musik yang berasal dari Sulawesi Utara dan memiliki perbedaan dengan Gamelan yang berasal dari Jawa," ungkap Dubes RI untuk Polandia, Peter Gontha.
     
    Dubes Gontha juga menekankan pentingnya kerja sama di bidang sosial budaya antara kedua negara.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id