Pesawat Ditembak Jatuh, Ukraina Minta Iran Bayar Kompensasi

    Willy Haryono - 11 Januari 2020 15:40 WIB
    Pesawat Ditembak Jatuh, Ukraina Minta Iran Bayar Kompensasi
    Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Kiev, 29 Desember 2019. (Foto: AFP/SERGEI CHUZAVKOV)
    Kiev: Presiden Volodymyr Zelenskiy mendesak Iran menghukum siapapun yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat maskapai Ukraina. Ia juga meminta Iran membayar kompensasi dan meminta maaf secara resmi.

    Pernyataan Zelenskiy disampaikan usai militer Iran mengaku tak sengaja menembak jatuh pesawat maskapai Ukraine International Airlines (UIA) pada Rabu 8 Januari. Total 176 orang di dalam pesawat tersebut dinyatakan tewas.

    "Kami berharap Iran dapat menyeret mereka yang bersalah ke pengadilan. Kami juga meminta pembayaran kompensasi dan pemulangan jenazah," tulis Zelenskiy via akun Facebook, dikutip dari AFP, Sabtu 11 Januari 2020.

    "Semoga proses peradilan kasus ini dapat dilakukan tanpa penundaan," sambung dia.

    Zelenskiy juga mendesak dibukanya "akses penuh" bagi 45 pakar asal Ukraina yang dikirim untuk membantu penyelidikan di Iran. Tidak hanya itu, Zelenskiy menuliskan di Twitter bahwa dirinya ingin Teheran mengeluarkan "permintaan maaf resmi" kepada Ukraina.

    Sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani mengaku "sangat menyesal atas kesalahan fatal" terkait jatuhnya pesawat maskapai Ukraina.

    Kepala UIA Yevhenii Dykhne merespons pengakuan Iran dan juga seruan dari Zelenskiy. "Kami tidak berpikir bahwa kru dan pesawat kami adalah penyebab dari bencana ini. Mereka semua ada kru terbaik," ungkap Dykhne di Facebook.

    Jumat kemarin, Ukraina mengatakan tim pakar yang dikirim ke Iran telah diberi akses untuk menganalisis kotak hitam dan puing pesawat. 

    Sementara itu, kantor berita IRNA telah mengeluarkan pernyataan resmi dari militer Iran. Disebutkan bahwa militer Iran salah mengira pesawat Boeing 737 sebagai "pesawat musuh" di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

    Mayoritas penumpang di pesawat UIA dengan nomor penerbangan PS752 adalah warga Iran-Kanada. Terdapat pula penumpang yang berasal dari Ukraina, Afghanistan, Inggris dan Swedia.

    Pesawat UIA PS752 itu ditembak jatuh di hari yang sama Iran meluncurkan belasan roket ke dua pangkalan militer AS di Irak.

    Banyak warga di Kiev membandingkan tragedi di Iran dengan jatuhnya pesawat Malaysian Airlines pada 2014. Pesawat dengan nomor penerbangan MH17 itu ditembak jatuh di langit Ukraina, saat separatis pro-Rusia sedang berperang dengan pasukan pemerintah.

    Moskow membantah temuan dari tim investigator internasional bahwa sistem misil Rusia, BUK, adalah yang menembak jatuh MH17. "Iran ternyata jauh lebih beradab dibanding Rusia," ungkap anggota parlemen Ukraina Volodymyr Ariev.

    "Teheran telah mengaku bersalah hanya dalam kurun waktu tiga hari, sementara Rusia terus berusaha menghindari tanggung jawab," lanjutnya.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id