WHO Selidiki Apakah Korona Menular di Periode Inkubasi

    Willy Haryono - 28 Januari 2020 07:19 WIB
    WHO Selidiki Apakah Korona Menular di Periode Inkubasi
    WHO menggelar konferensi pers mengenai virus korona nCoV di Jenewa, Swiss, 22 Januari 2020. (Foto: AFP/PIERRE ALBOUY)
    Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku belum dapat memastikan apakah virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang mewabah di Tiongkok dan sejumlah negara lainnya, menular selama periode inkubasi sebelum munculnya gejala penyakit. Virus ini telah menewaskan 81 orang dan menginfeksi lebih dari 2.740 orang di Tiongkok.

    Dalam laporan terbaru, WHO mengestimasi periode inkubasi virus korona nCoV ini berlangsung antara 2 hingga 10 hari.

    "Memahami kapan pasien terinfeksi menularkan virusnya ke orang lain merupakan hal penting dalam upaya pengendalian," ujar pernyataan WHO, yang dikutip kantor berita AFP, Senin 27 Januari 2020.

    WHO tidak mengonfirmasi pernyataan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok bahwa pasien korona nCoV dapat menularkan virus ke orang lain sebelum menunjukkan gejala penyakit seperti demam atau sesak napas.

    "Informasi mendetail dari pasien-pasien terinfeksi dibutuhkan untuk menentukan periode penularan 2019-nCoV, terutama mengenai apakah terjadi dari mereka yang belum menunjukkan gejala atau selama periode inkubasi," sebut WHO.

    Pekan kemarin, WHO mengaku belum akan mendeklarasikan wabah virus korona nCoV di Tiongkok sebagai darurat kesehatan internasional. Deklarasi semacam itu hanya dikeluarkan WHO jika tingkat keparahan wabah suatu penyakit begitu besar dan luas.

    Namun WHO mengaku telah melakukan suatu kesalahan dalam penilainnya mengenai virus korona yang diterima dari sejumlah laporan pekan kemarin. WHO mengakui bahwa risiko ancaman global dari virus korona nCoV berada dalam level "tinggi," bukan "menengah."

    Virus korona terbaru ini memicu kekhawatiran global karena dinilai mirip dengan Sindrom Pernapasan Berat Akut atau SARS. Wabah SARS pada 2002-2003 telah menewaskan hampir 800 orang di puluhan negara.

    Kasus perdana varian baru korona ini diyakini berasal dari sebuah pasar yang menjual sejumlah hewan di Wuhan. Virus ini diyakini berasal dari hewan tertentu, yang kemudian menular antar manusia.

    Untuk mengurangi tingkat penularan virus korona nCoV, WHO menekankan pentingnya menghindari kontak langsung dengan pasien terinfeksi. WHO juga mengimbau masyarakat global untuk selalu mencuci tangan dan tidak menyentuh langsung hewan-hewan liar.

    Sejauh ini WHO tidak merekomendasikan larangan atau pembatasan penerbangan internasional. WHO hanya menyerukan peningkatan kewaspadaan, termasuk dalam pemeriksaan semua penumpang di bandara atau pelabuhan.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id