Inggris Terancam Kehilangan Kepulauan Chagos

    Arpan Rahman - 22 Mei 2019 17:05 WIB
    Inggris Terancam Kehilangan Kepulauan Chagos
    Deretan pesawat Amerika Serikat (AS) di Pangkalan Militer Diego Garcia, Pulau Chagos. (Foto: AFP).
    New York: Inggris bersiap menghadapi kekalahan telak di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu 22 Mei 2019. Ketika Majelis Umum diperkirakan mengambil tindakan yang menuntut London menyerahkan Kepulauan Chagos yang dikuasai Inggris, lokasi pangkalan militer penting.

    Kepulauan di Samudera Hindia itu menjadi pusat perselisihan selama puluhan tahun terkait keputusan Inggris untuk memisahkannya dari Mauritius pada 1965 dan mendirikan pangkalan militer bersama dengan Amerika Serikat di Diego Garcia, pulau terbesar di kepulauan tersebut.

    Pengadilan Internasional (ICJ) pada Februari memberi kemenangan kepada Mauritius tatkala menyatakan dalam pendapat hukum bahwa Inggris telah secara ilegal membelah kepulauan dan harus menyerahkan kendali atas Chagos.

    Setelah Inggris menolak keputusan itu, Mauritius berpaling ke Sidang Majelis Umum PBB untuk mendesak tindakan. Pada Rabu, 193 negara majelis akan memberi suara pada rancangan resolusi yang menyambut posisi ICJ dan menuntut agar Inggris menarik diri dari Chagos dalam enam bulan.

    Para diplomat memperkirakan majelis sangat mendukung Mauritius dalam pemungutan suara, yang dipandang sebagai pernyataan kuat tentang dekolonisasi.

    Inggris memotong kepulauan Chagos dari Mauritius sebelum memberikannya kemerdekaan pada 1968 dan mengusir seluruh penduduk pulau. Warga Chagos telah berkampanye untuk kembalinya mereka selama beberapa dekade.

    Ini akan menjadi kali kedua dalam dua tahun Inggris harus mempertahankan kepemilikannya atas kepulauan Chagos di PBB.

    Pada 2017, hanya 15 negara termasuk Inggris dan AS yang memilih untuk menentang permintaan keputusan ICJ. Para diplomat menaksir lebih sedikit negara yang mendukung sikap Inggris dalam pemungutan suara Rabu.

    Momen memalukan

    Inggris mendapat dukungan dari AS dan berharap banyak negara -- termasuk mitra Eropa -- akan abstain untuk memperlunak desakan.

    Pada 2017, 65 negara abstain termasuk Jerman, Prancis, Spanyol, dan Kanada, sementara 94 memilih mendukung dorongan Mauritius untuk mencari pendapat hukum.

    "Inggris akan kalah," kata Richard Gowan, Direktur PBB untuk International Crisis Group, dinukil dari laman Channel News Asia, Rabu 22 Mei 2019.

    “Ini adalah momen memalukan bagi Inggris saat berupaya menunjukkan diri tetap menjadi pemain global yang berpengaruh pascaBrexit,” tutur Gowan.

    Menjelang pemungutan suara, Inggris dan AS telah menulis kepada semua misi PBB untuk mendesak mereka menentang rancangan resolusi itu, dengan alasan bahwa nasib Chagos adalah masalah bilateral.

    "Ini bukan masalah dekolonisasi bagi Majelis Umum. Ini adalah sengketa kedaulatan bilateral antara Inggris dan Mauritius,” tulis Duta Besar Inggris Karen Pierce.

    Pejabat Duta Besar AS Jonathan Cohen berpendapat bahwa pendapat pengadilan itu tidak mengikat dan sama sekali bukan keputusan hukum yang memutuskan perselisihan. Inggris dan AS berpendapat bahwa pangkalan Diego Garcia berkontribusi terhadap perdamaian dunia.

    AS telah mengirim jet tempur dari pangkalan Diego Garcia untuk mengebom Irak dan Afghanistan. Fasilitas itu juga digunakan sebagai pusat interogasi CIA setelah serangan 11 September 2001.

    Rancangan resolusi memutuskan bahwa PBB dan sejumlah agennya harus mengakui kedaulatan Mauritius atas kepulauan Chagos.

    Langkah yang tidak mengikat itu akan menyerukan kepada semua negara "supaya tidak mengakui, mendukung atau bersekongkol dengan pemerintahan kolonial yang melanggar hukum" di Chagos.

    Pada 2016, Inggris memperbarui perjanjian sewa dengan AS untuk penggunaan Diego Garcia hingga 2036.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id