Saudi dan Jerman Diskusikan Solusi Politik Konflik Yaman

    Willy Haryono - 22 Februari 2020 20:04 WIB
    Saudi dan Jerman Diskusikan Solusi Politik Konflik Yaman
    Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan (kanan) berjabat tangan dengan Menlu Jerman Heiko Maas di Berlin, 21 Februari 2020. (Foto: Twitter/@FaisalbinFarhan)
    Berlin: Arab Saudi menilai bahwa meningkatnya aktivitas Houthi di Yaman merupakan bukti bahwa pemberontak tersebut tidak serius dalam mencari solusi politik untuk mengakhiri konflik. Pernyataan disampaikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dalam kunjungannya ke Berlin, Jerman.

    Pangeran Faisal juga menekankan bahwa merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung upaya penyaluran bantuan kemanusiaan di Yaman.

    Berdiri di samping Menlu Jerman Heiko Maas, Pangeran Faisal mengatakan hubungan kedua negara sangat kuat di berbagai bidang, termasuk dalam upaya mencari solusi damai di Yaman. 

    "Kami mendorong seluruh aktor-aktor internasional untuk menekankan pentingnya mendukung koalisi (Arab Saudi) dan pemerintahan resmi Yaman dalam mencari solusi politik," ungkap Pangeran Faisal, dilansir dari Asharq al-Awsat, Sabtu 22 Februari 2020.

    Koalisi pimpinan Saudi mulai mengintervensi konflik Yaman pada 2015. Tujuan koalisi adalah membantu pemerintahan resmi Yaman melawan kelompok pemberontak Houthi.

    Mengenai masalah kemanusiaan, Pangeran Faisal mendorong komunitas internasional untuk mengecam Houthi yang selama ini mencegah masuk penyaluran bantuan ke beberapa pelabuhan di Yaman.

    Pangeran Faisal juga menjelaskan kepada Jerman mengenai pentingnya untuk terus menekan Iran, negara yang disebut Saudi mendukung pergerakan Houthi di Yaman.

    Senada dengan Pangeran Faisal, Maas juga mendorong Houthi untuk segera menghentikan aksi kekerasan dan mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan. Maas juga meminta Houthi untuk menempuh jalan dialog dan mencari solusi damai di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    Selain Yaman, Pangeran Faisal dan Maas juga mendiskusikan situasi di Libya. Pangeran Faisal mengungkapkan kekhawatiran Saudi mengenai Turki yang belakangan mengirim milisi ke Libya utara. "Kami akan terus mendukung semua upaya untuk mencari solusi damai, untuk menghentikan penderitaan warga," ungkap pernyataan gabungan Pangeran Faisal dan Maas.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id