Calon Presiden Komisi Uni Eropa Mundur sebagai Menhan Jerman

    Arpan Rahman - 16 Juli 2019 19:08 WIB
    Calon Presiden Komisi Uni Eropa Mundur sebagai Menhan Jerman
    Ursula Von der Leyen akan mengundurkan diri sebagai Menteri Pertahanan Jerman. (Foto: AFP).
    Berlin: Ursula Von der Leyen meningkatkan taruhannya untuk menjadi Presiden Komisi Eropa. Ia berkata akan mengundurkan diri sebagai Menteri Pertahanan Jerman, apakah dia memenangkan pemungutan suara konfirmasi Selasa di Parlemen Eropa atau tidak.

    Langkah ini menggandakan tekanan pada kaum sosial demokrat, Partai Hijau, dan kaum kiri di parlemen. Ketiga pihak telah bersumpah menentang pencalonannya, hendak mengubah suara konfirmasi pada Selasa menjadi berpihak ke mereka.

    Von der Leyen menulis surat kepada kaum sosialis dan liberal pada Senin pagi. Isinya serangkaian janji kebijakan yang dirancang demi memenangkan putaran skeptis di kedua kelompok. Itu termasuk pajak perbatasan karbon, pemotongan emisi Uni Eropa sebesar 50 persen pada 2030, dan mekanisme untuk memantau pemerintah atas kepatuhan terhadap supremasi hukum.

    Disitat dari Financial Times, Selasa 16 Juli 2019, kelompok utama parlemen bertemu pada Senin malam untuk membahas janji Von der Leyen. Seorang pejabat dari kelompok Pembaruan Eropa liberal, termasuk partai En Marche-nya Emmanuel Macron dan memiliki 108 anggota parlemen, mengatakan mereka kemungkinan bersatu menyokong politisi Jerman itu dalam pemungutan suara Selasa.

    Von der Leyen harus memenangkan dukungan mayoritas mutlak guna menjadi presiden, yang berarti dia harus didukung setidaknya 374 anggota parlemen.

    Sebagai sekutu politik kanselir Jerman Angela Merkel, ia muncul sebagai pilihan kompromi selama 50 jam negosiasi antara para pemimpin nasional di Brussels pada awal Juli. Menjadi bagian dari paket yang sama, Christine Lagarde dinominasikan sebagai Presiden Bank Sentral Eropa.

    Namun kesepakatan itu memicu amarah kelompok kiri dan hijau di parlemen: mereka ingin para pemimpin nasional mencalonkan salah satu kandidat resmi untuk kepresidenan komisi yang mencalonkan diri dalam pemilihan Uni Eropa pada Mei.

    Beberapa di kubu sosialis, seperti Demokrat Sosial Jerman, tetap menentang keras pencalonannya. Tetapi kaum kiri terpecah: pada Senin, Antonio Costa, pemimpin sosialis Portugal, mendesak anggota parlemennya untuk mendukung von der Leyen. Seraya mengatakan dia menyambutnya "komitmen yang jelas mengenai aturan hukum" dan janjinya untuk memerangi pengangguran kaum muda, mempromosikan kesetaraan gender, dan memburu netralitas karbon.

    Kala bertemu Iratxe Garcia, kepala kelompok sosialis, von der Leyen juga berkata bahwa Martin Selmayr tidak akan menjabat sebagai sekretaris jenderal komisi di bawah kepresidenannya. Selmayr adalah seorang tokoh polarisasi di Brussels dan penurunan jabatannya sudah dituntut oleh faksi progresif seperti Partai Hijau sebagai bagian dari pekerjaan yang terpisah.

    "Ini komitmen positif yang membenarkan dukungan kami untuk Ursula von der Leyen dalam pemungutan suara besok di Parlemen Eropa,” kata Costa, yang berperan penting dalam mengamankan paket empat pekerjaan teratas di KTT para pemimpin Uni Eropa bulan ini.

    Mengumumkan keputusannya untuk mundur sebagai menteri pertahanan, von der Leyen berkata Merkel, yang telah diberitahu tentang keputusannya, akan "mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk transisi yang bertanggung jawab dalam semangat Bundeswehr (angkatan bersenjata) dan keamanan Jerman".

    Dia katakan bahwa setelah lebih dari dua dekade menyusut, anggaran Bundeswehr akhirnya naik. "Anggaran (militer) telah meningkat lebih dari sepertiga, jumlah tentara bertambah lagi, kami sudah memesan peralatan modern senilai miliaran euro dan itu telah diterima pasukan."

    Dia menyebutkan bahwa pada masa jabatannya kementerian mengembangkan kemampuan digital dan keamanan siber terbaru dan Jerman telah mempelopori upaya menciptakan Uni Pertahanan Eropa.

    Namun catatannya tetap berwarna. Anggota parlemen sedang menyelidiki kementerian pertahanan atas tuduhan secara tidak patut memberi kontrak bernilai jutaan euro kepada konsultan luar. Von der Leyen juga menghadapi kritik berlanjut soal keadaan angkatan bersenjata negara yang tidak memadai.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id