Taman Hutan Indonesia Hadir di Jerman

    Marcheilla Ariesta - 20 September 2019 20:07 WIB
    Taman Hutan Indonesia Hadir di Jerman
    Seni dan budaya Indonesia yang memeriahkan resepsi diplomatik Kemerdekaan Indonesia di Jerman. Foto: Dok.KBRI Berlin
    Berlin: Perhelatan resepsi diplomatik Kemerdekaan Indonesia di Jerman kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tema taman hutan dibawa ke Gedung Axica yang berlokasi di Bradenbuger Tor, Berlin.

    Duta Besar RI untuk Jerman Havas Oegroseno sengaja membuat konsep berbeda untuk resepsi diplomatik ini dengan tujuan untuk mengenalkan Indonesia dari berbagai aspek kepada para tamu yang mayoritas adalah mitra asing Indonesia di Jerman.

    Saat pertama masuk ruangan resepsi, terlihat desain taman hutan yang menggambarkan alam Indonesia yang hijau dan terpelihara kesinambungannya. Di sisi kanan dan kiri ruangan juga disiapkan foto-foto yang menceritakan tentang kilas balik awal sejarah hubungan Indonesia dan Jerman.

    Nuansa berbeda lainnya tampak di tengah ruang resepi. Di sana terdapat meja bundar putih menyajikan aneka minuman khas Indonesia, termasuk kopi.

    Kopi yang disajikan oleh dua barista Indonesia merupakan kopi Gayo Aceh yang didatangkan langsung dari Tanah Air. Selain itu, ada pula ruang pameran yang menampilkan berbagai capaian Indonesia di bidang perdagangan, pendidikan sosial budaya, pertahanan, serta layanan kekonsuleran dan keimigrasian.

    Dalam sambutannya, Havas menyebutkan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar yang terbentuk dari berbagai kerajaan.

    "Anda mungkin masih ingat, tahun 1998 Indonesia mengalami keterpurukan ekonomi yang sangat dahsyat. Pertumbuhan kita bukan lagi nol, tapi sampai minus 13 persen. GDP kita turun dari USD268 miliar menjadi USD115 miliar. Banyak yang meramalkan Indonesia akan hancur dan terpecah saat itu," ujar Dubes Havas, dikutip dari pernyataan KBRI Berlin yang diterima Medcom.id, Jumat, 20 September 2019.

    Taman Hutan Indonesia Hadir di Jerman
    Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno. Foto: Dok.KBRI Berlin

    Namun, persepsi tersebut terbantahkan dan Indonesia berhasil bangkit dan mampu menghadapi masa-masa sulit itu.

    "Buktinya, kita sekarang adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dengan pertumbuhan ekonomi yang maju. Hanya dalam satu dekade dari masa krisis, Indonesia diterima menjadi negara anggota G-20. Dan di tengah perang dagang yang pelik saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonsia masih terkendali di angka 5 persen. GDP Indonesia masih di atas USD1 triliun dan diprediksi akan tumbuh menjadi USD1,6 triliun di tahun 2024," jelasnya lagi.

    Dubes Oegroseno menambahkan bahwa potensi besar yang dimiliki Indonesia ini merupakan peluang untuk penguatan kerja sama dengan berbagai mitranya, termasuk dengan Jerman.

    Pada 2020 mendatang, Indonesia akan menjadi negara mitra Hannover Messe. Indonesia akan terus memperkuat kerja sama dengan Jerman khususnya untuk isu-isu multilateral, penegakan hukum, pendidikan, energi dan lingkungan berkelanjutan, serta perubahan iklim.

    Berbagai kesenian tradisional Indonesia ditampilkan dalam kegiatan ini, termasuk pertunjukkan Gendang Beleq. Sesuai maknanya, Gendang Beleq merupakan pertunjukan instrumen musik dan tari patriotis untuk melepas dan menyambut para pejuang yang berangkat dan kembali dari peperangan.

    Selain Gendang Beleq, tamu undangan juga disuguhkan lagu-lagu dari berbagai daerah di Nusantara. Kebersamaan dengan para tamu yang hadir semakin terasa saat mereka diajak berpoco-poco dan bersajojo bersama. Tak ketinggalan aneka kuliner Indonesia juga disajikan untuk para undangan yang hadir. 



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id