AS Desak Jerman Bantu Amankan Selat Hormuz

    Arpan Rahman - 31 Juli 2019 17:04 WIB
    AS Desak Jerman Bantu Amankan Selat Hormuz
    Menlu Jerman Heiko Maas dalam sebuah acara di Koenigswinter, 18 Juli 2019. (Foto: AFP/INA FASSBENDER)
    Berlin: Amerika Serikat mendorong Jerman agar bersedia bergabung dalam upaya mengamankan Selat Hormuz di tengah ketegangan diplomatik antara Washington dan Teheran.

    Permintaan dilayangkan AS ke Jerman usai pekan kemarin London memerintahkan angkatan lautnya untuk mengawal kapal-kapal berbendera Inggris melewati Selat Hormuz. Pengerahan angkatan laut dilakukan usai Iran menyita kapal tanker Inggris bernama Stena Impero.

    "Kami secara resmi telah meminta Jerman untuk bergabung dengan Prancis dan Inggris dalam membantu mengamankan Selat Hormuz dan menghadapi agresi Iran," kata juru bicara Kedutaan Besar AS di Berlin, Tamara Sternberg-Greller.

    "Pemerintah Jerman telah menegaskan bahwa mereka mendukung penuh dan melindungi kebebasan bernavigasi. Pertanyaan kami adalah, dilindungi oleh siapa?" tanyanya, disiarkan dari Channel News Asia, Rabu 31 Juli 2019

    Permintaan AS ini menjadi kontroversi di Jerman. Banyak politisi Berlin khawatir operasi militer di lautan, terutama yang dipimpin AS, berpotensi meningkatkan risiko terjadinya konflik dengan Iran.

    Desakan AS muncul saat Presiden Donald Trump berulang kali mengkritik Jerman mengenai keanggotaan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Trump menilai Jerman kurang berkontribusi terhadap urusan pertahanan NATO.

    Baca: Gabung AS, Korsel Kirim Pasukan ke Selat Hormuz
     
    Sementara itu, Jerman mengonfirmasi bahwa AS memang telah melayangkan permintaan mengenai pengamanan Selat Hormuz. "Pemerintah Jerman telah menerima permintaan ini, tapi belum dapat menjanjikan apapun," ucap seorang sumber dari Kementerian Luar Negeri Jerman.

    "Menlu Heiko Maas telah berulang kali menekankan bahwa prioritas (Jerman) adalah menurunkan ketegangan dan melanjutkan upaya diplomatik," lanjut sumber tersebut.

    Ketegangan terbaru AS dan Iran dipicu keputusan Trump yang menarik AS dari perjanjian nuklir Iran 2015 tahun lalu. Tidak hanya menarik diri, Trump juga kembali menjatuhkan rangkaian sanksi kepada Iran.
     
    Iran merespons dengan mengumumkan rencana meningkatkan pasokan serta pengayaan uranium yang diatur dalam perjanjian bernama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id