• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kebakaran di Kokpit Penyebab Kecelakaan EgyptAir pada 2016

Arpan Rahman - 08 Juli 2018 20:09 wib
Pesawat maskapai EgyptAir. (Foto: AFP/KHALED DESOUKI)
Pesawat maskapai EgyptAir. (Foto: AFP/KHALED DESOUKI)

Paris: Api di bagian kokpit kemungkinan menjadi penyebab kecelakaan fatal EgyptAir Flight MS804. Insiden yang terjadi pada 2016 itu menewaskan 66 orang.

EgyptAir dengan nomor penerbangan MS804 kala itu sedang dalam perjalanan dari Paris menuju Kairo, dan tiba-tiba dilaporkan jatuh di Laut Mediterania pada 19 Mei 2016. Total 66 orang yang ada di dalamnya meninggal dunia.

Laporan baru dari investigator Biro Penyelidik dan Analisis Keamanan Sipil Perancis (BEA) menyebut bahwa kotak hitam pesawat dianalisis dua bulan setelah kecelakaan.

Pilot tidak mengeluarkan panggilan darurat saat itu, dan tidak ada pihak manapun yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat.

BEA menemukan fakta bahwa alat perekam penerbangan berhenti beroperasi ketika pesawat sedang terbang di ketinggian 11.277 meter. Suara para kru terdengar dari alat perekam, yang menyebutkan adanya api dalam kokpit.

Baca: EgyptAir MS804 Hilang setelah Masuk Zona Udara Mesir

"Hipotesis yang paling mungkin adalah bahwa kebakaran terjadi di kokpit ketika pesawat terbang di ketinggian itu, dan bahwa api menyebar dengan cepat sehingga mengakibatkan hilangnya kendali," kata siaran berita BEA, seperti dilansir dari UPI, Minggu 8 Juli 2018.

Temuan baru ini bertentangan dengan laporan pada Desember 2016 dari Mesir, yang menyebutkan adanya jejak bahan peledak terkait aksi kejahatan. Setelah menyimpukan adanya unsur sabotase, Mesir menyerahkan penyelidikan kepada otoritas yudisial.

Mesir tidak mempublikasikan laporan akhir dari kecelakaan ini.

"BEA menganggap perlu adanya laporan akhir demi menelaah kemungkinan penyebab kecelakaan dan menginformasikan komunitas penerbangan mengenai pelajaran berharga soal keselamatan yang dapat mencegah kecelakaan di masa mendatang," kata BEA.

Badan itu menambahkan pihaknya siap berkolaborasi dengan Mesir jika memutuskan memulai kembali kembali penyelidikan.



(WIL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.