Tiga Hari Diburu, Pengebom Lyon Berhasil Ditangkap

    Arpan Rahman - 28 Mei 2019 20:12 WIB
    Tiga Hari Diburu, Pengebom Lyon Berhasil Ditangkap
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Lyon: Polisi telah menangkap empat orang terkait sebuah bom di Lyon pekan lalu, yang melukai 13 warga sipil. Perburuan selama tiga hari dipicu menyusul kantong kertas berisi "paku dan baut" meledak pada jam sibuk di kota Prancis, Jumat lalu.

    Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner mengumumkan di Twitter ihwal penangkapan pertama seorang pria. Tetapi tidak memberi rincian lebih lanjut tentang tersangka atau di mana ia ditangkap.
    Media Prancis melaporkan salah satu dari mereka yang ditangkap adalah seorang mahasiswa IT berkebangsaan Aljazair.

    Rekaman kamera keamanan dari insiden itu menunjukkan tersangka yang bertopeng diperkirakan berusia 30-an membawa sepeda ke lokasi kejadian, sebelum meninggalkan tas di luar toko roti di Victor Hugo pada pukul 17:30 waktu setempat.

    Saat serangan itu, seorang juru bicara layanan darurat berkata: "Seorang pria berusia pertengahan 30-an terlihat menempatkan sejenis bom parcel, dan perburuan telah diluncurkan untuk mencoba menemukannya."

    Alain Bardelis, dari serikat polISISi setempat, mengatakan, pelaku yang diduga pengebom itu kepalanya tertutup dan mengenakan kaca mata hitam, tetapi tertangkap di CCTV.

    "Dia mengenakan atasan gelap dan celana pendek Bermuda. Kamera kota akan menangkapnya dengan sepedanya,” ucap Bardelis.

    Seorang saksi mata yang tinggal di sebuah flat di Victor Hugo berkata, "Kami mendengar suara mengerikan, dan jendela kami pecah. Kami bis melihat orang-orang berlarian di mana-mana di bawah. Saya melihat orang terluka."

    "Ledakan itu berasal dari trotoar di depan toko roti. Kami dengar itu adalah bom yang penuh dengan mur dan baut," cetusnya, disitat dari laman The Sun, Senin 27 Mei 2019.

    Seorang wanita setempat mengaku, ledakan mengerikan terjadi di luar rumahnya tempat dia berdiri sepuluh menit sebelumnya.

    Jalan-jalan tetangga dipenuhi dengan tentara sementara beberapa mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi ledakan yang oleh Presiden Macron dicap sebagai ‘serangan’.

    Menurut media setempat, ledakan dahsyat itu dISISebabkan bom parcel yang dipenuhi paku, baut dan sekrup. Kamel Amerouche, kepala komunikasi otoritas regional, mengatakan para korban, termasuk seorang gadis berusia delapan tahun, menderita luka kaki yang menggambarkan luka-luka itu sebagai minor.

    Paku, baut, dan sekrup

    Dia katakan ledakan itu terjadi di dalam atau di luar toko roti Brioche Doree. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron menyela wawancara TV: "Ada serangan bom di Lyon, ada yang terluka."

    "Malam ini saya memikirkan luka-luka ledakan di Lyon, keluarga mereka yang terkena dampak kekerasan yang telah menimpa orang-orang yang mereka cintai di jalan, dan semua warga Lyon. Kami ada di sisi Anda,” tulisMacron melalui Twitter.

    Serangan itu terjadi menjelang pemilu Eropa di negara itu, ketika jutaan orang akan ke tempat pemungutan suara untuk memilih anggota parlemen baru.

    Prancis sudah menjadi korban beberapa serangan teror terburuk di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

    Pada Januari 2015, 12 orang tewas ketika dua militan menyerang kantor majalah satir Prancis Charlie Hebdo di Paris. Dan kemudian tahun itu, pada November, sekelompok teroris melepaskan neraka di ibu kota menewaskan 130 orang tak bersalah dalam pembantaian senjata dan bom terkoordinasi.

    Nice di Pranis selatan juga menjadi sasaran pada Juli 2016 ketika seorang ekstremis edan menubrukkan truk buat membunuh 86 orang yang merayakan Hari Bastille.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id