Separatis Catalonia Blokade Jalan Penghubung Spanyol-Prancis

    Willy Haryono - 13 November 2019 07:29 WIB
    Separatis Catalonia Blokade Jalan Penghubung Spanyol-Prancis
    Ratusan separatis Catalonia memblokade jalan raya AP7 yang menghubungkan Spanyol dan Prancis, 11 November 2019. (Foto: AFP/LLUIS GENE)
    Girona: Separatis Catalonia kembali memblokade jalan raya utama yang menghubungkan Spanyol dan Prancis, Selasa 12 November 2019, dalam upaya menarik perhatian internasional mengenai perjuangan mereka.

    Ratusan orang memblokade jalan raya AP7 di Girona, beberapa jam setelah aksi serupa telah dibubarkan kepolisian Catalonia dan juga Prancis. Aksi blokade sebelumnya telah berlangsung selama 24 jam.

    Dikutip dari AFP, 16 warga Spanyol ditangkap dalam operasi pembubaran massa di sekitar jalan raya Spanyol-Prancis. Juru bicara departemen keamanan wilayah Pyrenees di Prancis mengatakan tidak ada orang yang terluka dalam operasi tersebut.

    Senin kemarin, ratusan separatis menutup sepenuhnya jalan raya Spanyol-Prancis. Aksi digelar dalam rangka memprotes pengadilan Spanyol yang menjatuhkan vonis penjara kepada sembilan tokoh Catalonia. Vonis telah dijatuhkan bulan lalu.

    Para demonstran juga memblokade jalan raya AP8, tepatnya di titik perbatasan Irun di Basque Country, Spanyol, pada Selasa malam. Area tersebut dikenal memiliki sejarah separatisme.

    Aksi memblokade jalan raya dilakukan dengan cara memarkir kendaraan, sementara pengemudinya berdiri di samping. Banyak dari mereka yang memarkirkan kendaraan mengibarkan bendera Catalonia atau Basque.

    Pemandangan serupa juga terlihat di Barcelona. Ratusan separatis memblokade beberapa ruas jalan utama, termasuk Gran Via.

    Demonstrasi terjadi usai berakhirnya pemilihan umum Spanyol pada Minggu 10 November. Partai Sosialis Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez kembali meraih kursi terbanyak, meski gagal mendapat mayoritas.

    Pemilu akhir pekan kemarin merupakan kali keempat di Spanyol dalam empat tahun terakhir. Pemilu sebelumnya April lalu juga berakhir tanpa suara mayoritas, dan kubu sosialis di bawah PM Sanchez gagal membentuk pemerintahan baru.

    Sosialis Spanyol mendapat 120 dari total 350 kursi di parlemen Spanyol. Angka tersebut tiga kursi lebih sedikit dibanding pemilu April lalu.

    PM Sanchez menegaskan bahwa prioritasnya adalah "membentuk pemerintahan stabil dan menjalankan politik yang menguntungkan semua masyarakat Spanyol."



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id