Hotel di Rusia Kebanjiran Air Mendidih, 5 Tamu Tewas

    Arpan Rahman - 21 Januari 2020 15:45 WIB
    Hotel di Rusia Kebanjiran Air Mendidih, 5 Tamu Tewas
    Tamu di sebuah hotel di Rusia kesulitan melarikan diri saat air mendidih memenuhi semua ruangan. (Foto: Russian Emergencies Ministry)
    Perm: Lima orang, termasuk seorang anak, tewas dalam insiden tak biasa di sebuah hotel di Rusia. Sebuah pipa di Mini Hotel Caramel meledak, dan membuat hotel di kota Perm tersebut kebanjiran air mendidih.

    Semua korban merupakan tamu yang sedang menginap di hotel dengan sembilan kamar. Hotel tersebut berlokasi di ruang bawah tanah sebuah gedung besar di Perm, kota yang berlokasi sekitar 1.126 kilometer dari Moskow.

    Seorang bocah perempuan berusia lima tahun dan ibunya merupakan dua dari lima korban tewas. Insiden tersebut juga melukai enam orang lainnya, termasuk tiga yang dilarikan ke rumah sakit akibat luka bakar.

    Andrei Babikov, seorang dokter yang merawat para korban, mengatakan bahwa seorang wanita berusia 33 tahun mengalami luka bakar hingga 35 persen. Sementara dua pria berumur 28 dan 35 menderita luka yang lebih ringan.

    Sembilan kamar di hotel tersebut tidak memiliki jendela, dan hanya ada satu pintu keluar sehingga para tamu kesulitan melarikan diri. Seorang saksi mata mengaku melihat air mendidih yang permukaannya terus naik hingga ke pintu depan hotel.

    "Saya takut membayangkan apa yang terjadi di dalam sana," ucap dia, disitat dari Sky News, Selasa 21 Januari 2020.

    Oleg Melnichenko, seorang politikus lokal, mengatakan bahwa parlemen Rusia mungkin akan mempertimbangkan larangan mendirikan hotel atau hostel di ruang bawah tanah seperti di Perm.

    "Hostel sebaiknya tidak dibangun di ruang bawah tanah, karena di sana ada banyak jaringan pipa," kata Melnichenko.

    Kepolisian setempat telah memulai investigasi untuk menentukan kemungkinan terjadinya kelalaian oleh pihak hotel.

    Tahun lalu, parlemen Rusia melarang membuka hotel atau hostel di bangunan yang seharusnya hanya diperuntukkan untuk tempat tinggal warga.

    Menurut keterangan seorang pekerja, pipa yang meledak di Mini Hotel Caramel telah digunakan sejak 1962, dan tercatat pernah beberapa kali rusak. "Tidak ada korban dalam beberapa ledakan sebelumnya. Jaringan pipanya tidak diganti, hanya diperbaiki," tutur seorang sumber.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id