Rusia Siap Kembali Gelar Dialog Damai dengan Ukraina

    Willy Haryono - 14 September 2019 20:01 WIB
    Rusia Siap Kembali Gelar Dialog Damai dengan Ukraina
    Tank Ukraina bersiaga di dekat bandara Donetsk. (Foto: AFP)
    Moskow: Rusia mengekspresikan kesediaan untuk berpartisipasi dalam pertemuan empat pihak di Prancis yang bertujuan menghidupkan kembali negosiasi damai konflik antar kedua negara.

    Sejak 2014, pasukan Ukraina yang didukung kekuatan Barat berperang melawan separatis pro-Rusia di wilayah timur. Pertempuran berdarah itu telah menewaskan lebih dari 13 ribu orang.

    Pertempuran sporadis antar kedua kubu masih berlangsung meski sudah ada perjanjian gencatan senjata.

    "Kami meyakini pertemuan semacam itu memang diperlukan, dan kami juga sepakat lokasinya di Paris, seperti usulan Presiden Prancis Emmanuel Macron," kata ajudan senior Kremlin, Yuri Ushakov, dikutip dari laman Press TV, Sabtu 14 September 2019.

    Ushakov menambahkan, sejauh ini tanggal pasti pertemuan empat pihak di Paris belum ditentukan. Ushakov menyebut Rusia siap hadir dalam pertemuan, asalkan tiga syarat yang diajukan terpenuhi. Salah satu syarat itu adalah penarikan pasukan Ukraina dari wilayah perbatasan.

    Ukraina, Rusia, Jerman dan Prancis terakhir kali bertemu pada Oktober 2016. Kala itu, keempat negara menegosiasikan implementasi dari pakta perdamaian konflik Ukraina yang ditandatangani di Minsk, Belarusia, satu tahun sebelumnya.

    Perjanjian Minsk tersebut gagal menghasilkan gencatan senjata berkepanjangan.

    Sementara itu, pertukaran tahanan antar Ukraina dan Rusia yang berlangsung belum lama ini menimbulkan optimisme mengenai perbaikan hubungan kedua negara. Ushakov menyebut pertukaran tahanan ini sebagai "langkah yang sangat penting" untuk normalisasi hubungan antar Moskow dan Kiev.

    Sebelumnya, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence meyakinkan Ukraina bahwa Washington akan tetap mendukung Kiev. Dukungan akan terus diberikan meski Presiden AS Donald Trump sempat mengancam akan memangkas bantuan militer senilai jutaan dolar ke Ukraina.

    Berbicara menjelang pertemuannya dengan Presiden Volodymyr Zelenskiy di Warsawa, Pence menegaskan bahwa pemerintahan Trump "akan tetap berdiri bersama masyarakat Ukraina dalam hal keamanan dan integritas wilayah, termasuk soal klaim Krimea."



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id