Respons RUU KUHP, PPI Belanda Sampaikan 12 Poin Tuntutan

    Medcom - 28 September 2019 17:47 WIB
    Respons RUU KUHP, PPI Belanda Sampaikan 12 Poin Tuntutan
    PPI Belanda di Den Haag, Jumat 27 September 2019, membacakan 12 tuntutan yang ditujukan kepada DPR dan Pemerintah RI terkait kontroversi RUU KUHP. (Foto: PPI Belanda)
    Den Haag: Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda (PPI Belanda) merespons kontroversi Rancangan Undang-Undang Kitab Hukum Pidana (RUU KUHP) di Indonesia. PPI Belanda menyampaikan pandangan mereka lewat pembacaan 12 tuntutan yang ditujukan untuk DPR dan Pemerintah RI.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Sabtu 28 September 2019, aksi ini merupakan bentuk respons dari terancamnya kehidupan berdemokrasi dan pelanggaran hak asasi manusia atas diajukannya RUU KUHP dan rancangan UU lainnya seperti RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, revisi UU Ketenagakerjaan, UU KPK, dan RUU Minerba. 

    Lebih jauh, gerakan ini juga menjadi bentuk solidaritas mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Belanda terhadap kawan seperjuangan mahasiswa di Indonesia.

    Pembacaan pernyataan sikap PPI Belanda diadakan di depan kampus Institute of Social Studies (ISS) di Den Haag setelah dilakukannya aksi unjuk rasa perubahan iklim, dengan dipimpin oleh Atika Almira sebagai Sekjen PPI Belanda dan dibacakan oleh masing-masing peserta aksi dari berbagai PPI kota di Belanda. Berikut adalah pernyataan sikap PPI Belanda:

    Menyikapi situasi yang berkembang di Indonesia, sebagai bentuk keprihatinan kami sebagai mahasiswa, PPI Belanda menyatakan dua belas poin tuntutan kepada pemerintah.

    1. MENOLAK pasal-pasal multitafsir dalam RKUHP yang melanggar hak asasi manusia dan privasi, serta mengancam demokrasi.

    2. MENOLAK pengesahan RUU Pertanahan yang mengkhianati reforma agraria dan berpotensi menindas serta mengancam petani secara khusus dan masyarakat, juga kaum marjinal secara umum.

    3. MENGECAM segala macam bentuk tindakan dan UU yang mengancam independensi dan melemahkan peran KPK dalam memberantas korupsi, serta mendukung upaya-upaya untuk mengembalikan independensi KPK. Lebih jauh MENDESAK Presiden untuk segera menerbitkan Peraturan Perundang-Undangan untuk mengkaji ulang substansi UU KPK.

    4. MENOLAK RUU Pemasyarakatan yang memberikan keringanan hukuman bagi koruptor.

    5. MENUNTUT peninjauan ulang pimpinan KPK terpilih yang sarat akan kontroversi.

    6. MENOLAK Revisi UU Ketenagakerjaan yang berpotensi menindas pekerja juga MENDORONG pemerintah untuk memperhatikan hak-hak serta kesejahteraan pekerja.

    7. MENUNTUT pemerintah untuk menunda pengesahan RUU Mineral dan Batu-bara (Minerba) dan meninjau ulang UU Sumber Daya Air (SDA) yang berpotensi merugikan negara dan mengeksplotasi sumber daya alam.

    8. MENDORONG pemerintah untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan Papua secara komprehensif dan objektif, tanpa menggunakan tindakan represif yang mengandung unsur SARA.

    9. MENAGIH janji reformasi kepada pemerintah mengenai penuntasan dan peradilan penjahat hak asasi manusia (HAM) juga MENUNTUT reformasi TNI dan Polri, serta menolak dwifungsi TNI dan Polri.

    10. MENDORONG pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) demi melindungi penyintas kekerasan seksual dengan pemahaman mengenai kekerasan seksual yang lebih komprehensif.

    11. MENDESAK pemerintah untuk menangani kebakaran hutan Kalimantan dan Sumatera, dan lebih serius dalam menanggapi berbagai kerusakan lingkungan termasuk yang berkaitan dengan bencana iklim.

    12. MENGECAM tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat kepada rekan-rekan mahasiswa dan jurnalis.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id