RI Tetap Pastikan Sawit Aman

    Marcheilla Ariesta, Abdul Kohar - 14 November 2019 19:25 WIB
    RI Tetap Pastikan Sawit Aman
    Menlu Retno Marsudi membahas Indonesia di Dewan HAM PBB bersama Direktur Pemberitaan Medcom.id, Abdul Kohar. Foto: Medcom.id/Fajar Nugraha)
    Jakarta: Perseteruan antara Indonesia dan Uni Eropa terkait kelapa sawit masih terus berlanjut. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi nengatakan pihaknya sudah mengatakan bahwa Uni Eropa melakukan diskriminatif terhadap kelapa sawit.

    "Sekarang kita sedang menegosiasikan Indonesia-Uni Eropa Comprehensive Partnership Agreement (I-EU CEPA), dan urusan sawit itu harus ada. Karena sawit salah satu komoditas utama kita," kata Retno dalam wawancara eksklusif bersama Medcom.id, Kamis 14 November 2019.

    Dia mengatakan saat yang sama, kelapa sawit Indonesia tidak hanya menuju satu pasar di Uni Eropa. Menurutnya, Uni Eropa hanya memiliki 20 persen pasar sawit Indonesia.

    "Masih ada 80 persen, di situ ada pasar Tiongkok, India, Pakistan, Bangladesh dan bermacam-macam negara lainnya," imbuh Retno.

    Retno menambahkan Indonesia juga tidak boleh lupa bahwa memiliki pasar besar di dalam negeri. Menurutnya keuntungsn besar ini jangan hanya dijadikan pasar untuk orang lain.

    "Justru kebesaran ini kita pakai sebagai nilai tawar kita, sehingga semua kesepakatan negosiasi yang membawa nilai tawar ini sampai pada titik itu. Karena tidak semua negara memiliki jumlah penduduk besar dengan kekuatan ekonomi stabil, politik stabil, kemudian orang yang berpenghasilan menengah juga lumayan. Kita gunakan nilai tawar itu," jelasnya.

    Beberapa waktu lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan beri surat kepada Uni Eropa. Surat tersebut menunjukkan itikad baik Indonesia untuk berunding.

    "Memang kami sedang menyampaikan pesan kepada Uni Eropa agar dalam perundingan itu, berbasis pada good fate atau niat baik," kata Mahendra.

    Mahendra mengatakan dia menyurati Uni Eropa terkait analisis dan evaluasi mereka mengenai sawit. "Jangan sampai hal strategis bagi Indonesia dan Eropa malah menjadi masalah karena mereka tidak baik," pungkasnya.

    Indonesia dan Uni Eropa beberapa tahun terakhir berseteru mengenai kelapa sawit. Uni Eropa menganggap kelapa sawit Indonesia merusak lingkungan, yang menyebabkan kebakaran hutan.



    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id