Ratusan Tahanan ISIS Kabur, Ancaman Teror Menggema

    Arpan Rahman - 15 Oktober 2019 19:05 WIB
    Ratusan Tahanan ISIS Kabur, Ancaman Teror Menggema
    Pasukan Turki melakukan serangan ke kelompok Kurdi di Suriah. Foto: AFP
    Paris: Panglima tempur Islamic State (ISIS) memposting foto seorang militan yang membawa senjata mengintai Menara Eiffel, Paris, bersamaan dengan seruan 'berperang di mana saja’.

    Gambar itu muncul ketika terungkap banjir tahanan ISIS melarikan diri dari sejumlah kamp di Suriah utara di tengah serangan Turki yang sedang berlangsung.

    Lebih dari 850 tahanan ISIS kabur dari kamp Ayn Issa di Suriah utara pada Minggu, Pasukan Demokrat Suriah (SDF) mengklaim dalam sebuah pernyataan.

    Seorang juru bicara penjara mengatakan kepada media lokal bahwa tahanan ISIS itu ‘berhasil melarikan diri’ dari bagian penjara bagi warga negara asing.

    Dia juga berkata serangan sudah dilakukan di Suriah oleh ‘sel-sel tidur’ yang telah muncul dari dalam kamp.

    Sekarang merebak ketakutan nyata bahwa banyak teroris yang melarikan diri mungkin pulang ke Eropa untuk menyebabkan pertumpahan darah yang lebih banyak lagi.

    Foto Menara Eiffel -- diekspos oleh SITE Intelligence Group -- muncul empat tahun setelah ISIS melakukan pengeboman bunuh diri dan penembakan massal di ibu kota Prancis.

    Serangan tak berperikemanusiaan -- pada November 2015 -- merenggut nyawa 130 orang dan menyebabkan 352 lainnya luka parah.

    Diperkirakan ada 70.000 militan berani-mati yang dikurung setelah keruntuhan khalifah ISIS di Suriah dan Irak tahun lalu.

    Disitat dari The Sun, Senin 14 Oktober 2019, para pejabat Kurdi sejak lama memperingatkan para militan ISIS dapat lolos dari penjara di timur laut Suriah ketika pertempuran meningkat antara pasukan pimpinan Kurdi dan Turki.

    Badran Jia Kurd mengatakan jumlah pasukan keamanan yang menjaga gerilyawan akan berkurang ketika pasukan Turki meningkatkan serangan yang mereka luncurkan di perbatasan pada Rabu.

    Kekhawatiran AS


    Para pejabat Amerika Serikat khawatir tahanan ISIS akan memanfaatkan kesempatan seperti itu untuk menjebol penjara.

    SDF menahan ribuan gerilyawan di penjara dan puluhan ribu kerabat mereka di kamp-kamp, banyak dari mereka adalah warga asing.

    Diperkuat milisi YPG Kurdi di garis depan, SDF mengalahkan ISIS di sebagian besar Suriah utara dan timur didukung pasukan udara dan darat AS.

    "Serangan ini pasti akan mengurangi dan melemahkan sistem penjagaan bagi para militan Daesh di penjara," kata Jia Kurd, menggunakan akronim Arab untuk ISIS.

    "Ini bisa mengarah pada pelarian mereka atau perilaku yang mungkin keluar dari kendali pasukan keamanan," tambah Jia Kurd, penasihat otoritas pimpinan Kurdi di wilayah SDF.

    "Jumlah pasukan yang menjaga penjara berkurang seiring pertempuran semakin intensif. Ini menimbulkan bahaya besar," pungkasnya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id