Macron Minta Trump Cegah Kebangkitan ISIS

    Willy Haryono - 15 Oktober 2019 07:29 WIB
    Macron Minta Trump Cegah Kebangkitan ISIS
    Presiden AS Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam acara G7 di Biarritz, Prancis, 26 Agustus 2019. (Foto: AFP/BERTRAND GUAY)
    Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump "mencegah kebangkitan" kelompok militan Islamic State (ISIS), yang memungkinkan terjadi usai Washington menarik pasukannya dari Suriah utara.

    Dalam sambungan telepon pada Senin 14 Oktober 2019 malam, Macron mengatakan kepada Trump bahwa penarikan pasukan AS dan operasi militer Turki terhadap Kurdi di Suriah utara meningkatkan ancaman munculnya kembali ISIS.

    Dikutip dari AFP, kantor kepresidenan Prancis mengatakan Macron juga membicarakan hal serupa dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Irak Barham Saleh.

    Prancis dan negara-negara Eropa lainnya khawatir ratusan hingga ribuan tahanan ISIS yang berada di penjara Kurdi dapat melarikan diri di tengah invasi Turki ke Suriah utara.

    Menurut keterangan kantor kepresidenan Prancis, percakapan antara Macron dan Erdogan "menggarisbawahi perbedaan pandangan mengenai konsekuensi dari invasi Turki di Suriah utara."

    Berdasarkan transkrip percakapan yang dirilis otoritas Turki, Erdogan menjelaskan kepada Macron "tujuan dari operasi" militer Ankara di Suriah utara. Erdogan menyadari adanya ancaman ISIS, namun menegaskan pasukannya juga harus menghabisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi atau YPG yang dianggap Turki sebagai teroris.

    YPG yang tergabung dalam aliansi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) adalah mitra utama AS dalam menghadapi ISIS di Suriah. YPG kini merasa seperti ditelantarkan usai AS menarik pasukannya.

    "Untuk mencegah dan menghadapi agresi (Turki) ini, sebuah perjanjian telah dicapai dengan Pemerintah Suriah," ujar pernyataan otoritas Kurdi usai AS menarik pasukannya.

    "Nantinya Pemerintah Suriah akan mengirim pasukannya ke wilayah perbatasan untuk membantu SDF," lanjutnya.
     
    Sementara itu, percakapan antara Macron dan Saleh berfokus pada isu kemanusiaan dan risiko keamanan di Suriah. Keduanya juga membahas mengenai langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan koalisi internasional dalam menghadapi ancaman ISIS.

    Mengenai konteks koalisi global, Macron mengatakan kepada Saleh bahwa dirinya berharap "kerja sama Prancis-Irak dapat terus ditingkatkan."

    Turki melancarkan invasi ke Suriah utara sejak 9 Oktober, sejak AS memerintahkan penarikan pasukan darat dari perbatasan negara tersebut. Bagi Turki, perintah penarikan adalah sebuah "lampu hijau" untuk memulai operasi militer di Suriah.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id