Bulgaria Tuntut 3 Warga Rusia Terkait Kasus Gas Saraf

    Arpan Rahman - 24 Januari 2020 20:10 WIB
    Bulgaria Tuntut 3 Warga Rusia Terkait Kasus Gas Saraf
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Sofia: Jaksa penuntut Bulgaria mendakwa tiga warga Rusia melakukan percobaan pembunuhan terhadap tiga orang yang keracunan. Insiden itu sedang diselidiki oleh otoritas Sofia.

    Ketiga warga Rusia itu kemungkinan ada kaitannya dengan serangan gas saraf 2018 terhadap mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal.

    Disitir dari Moscow Times, Kamis 23 Januari 2020, para jaksa tidak menyebutkan nama tiga orang Rusia itu, tetapi mengatakan surat perintah penangkapan Eropa telah dikeluarkan. Mereka akan meminta ekstradisi ketiganya ke Bulgaria.

    Ketiga orang itu dituduh berusaha membunuh pemilik dan pedagang pabrik senjata Emilian Gebrev dan dua warga Bulgaria lainnya di Sofia antara 28 April dan 4 Mei 2015. “Mereka membuatnya mabuk dengan zat organofosfor yang tidak dikenal," kata jaksa penuntut dalam sebuah pernyataan.

    “Metode yang digunakan sangat berbahaya bagi kehidupan banyak orang,” sebut jaksa.

    Gebrev dan dua korban lainnya jatuh sakit, tetapi selamat. Investigasi keracunan dibuka kembali pada 2018 setelah Gebrev mengatakan kepada jaksa penuntut bahwa ia punya alasan. Ia percaya zat yang digunakan padanya mungkin mirip dengan Novichok, gas saraf yang digunakan untuk membunuh Skripal di Salisbury, Inggris.

    Pada Februari tahun lalu, Bulgaria mengatakan sedang menyelidiki kemungkinan kaitan antara keracunan mereka dan serangan terhadap Skripal dan putrinya, yang keduanya selamat.

    Saat itu, jaksa mengatakan seorang pria Rusia bernama Sergei Fedotov mengunjungi Bulgaria tiga kali pada 2015 dan ada di sana pada April ketika Gebrev diracun.

    Pada Oktober 2018, situs web berita Rusia Fontanka menyebut Fedotov, yang katanya bekerja untuk dinas intelijen militer GRU negara itu, sebagai tersangka dalam kasus Skripal.

    Moskow tidak pernah berkomentar tentang identitas staf GRU, tetapi membantah terlibat dalam keracunan Skripal.

    Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menolak berkomentar rinci pada Kamis. Tetapi mengatakan Kedutaan Besar Rusia di Bulgaria mungkin mengikuti perkembangan.

    Situs investigasi Bellingcat mengatakan, Fedotov adalah nama lain untuk seorang perwira GRU bernama Denis Sergeev.

    Pada Desember, Sotir Tsatsarov, saat itu Jaksa Agung Bulgaria, mengatakan ia melihat hubungan dekat antara orang-orang yang terlibat dalam kejahatan di Bulgaria dan di Inggris sebagai tersangka dalam kasus Skripal berada di Sofia ketika Gebrev diracun.

    Jaksa penuntut Bulgaria mengatakan mereka bekerja sama dengan FBI dan Inggris dalam penyelidikan.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id