RI Ajak UE Tangani Korona Melalui Kerja Sama Holistik

    Willy Haryono - 12 Februari 2020 18:06 WIB
    RI Ajak UE Tangani Korona Melalui Kerja Sama Holistik
    Pertemuan ASEAN-Uni Eropa Senior Officials Meeting di Brussel, Belgia, 10-11 Februari 2020. (Foto: Kemenlu RI)
    Brussels: Para pejabat senior ASEAN dan Uni Eropa membahas upaya pengembangan kerja sama, termasuk di bidang ekonomi digital, penegakan hak asasi manusia, peningkatan perdagangan, revolusi industri,  transportasi, konektivitas di ASEAN, pencapaian SDGs, hingga upaya mengatasi perubahan iklim dan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Pembahasan ini dilakukan saat pertemuan ASEAN-Uni Eropa Senior Officials Meeting di Brussel, Belgia, 10-11 Februari 2020.

    Secara khusus, pertemuan membahas langkah-langkah bersama dalam penanganan wabah virus korona tipe terbaru yang telah dinamakan Covid-19 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Dalam pertemuan, UE menyatakan kesanggupannya dalam membantu penanganan virus ini di ASEAN. Bantuan akan diberikan dalam bentuk pengiriman tenaga dan peralatan medis hingga pertukaran informasi serta pengalaman antara para virolog guna mencari solusi yang dibutuhkan.

    Berdasarkan data terkini Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok dan sumber lainnya per Rabu ini, angka kematian akibat virus korona Covid-19 telah mencapai 1.112 orang. Sementara total infeksi telah melampaui 44 ribu.

    Kedua pihak juga membahas kemajuan hubungan kemitraan regional yang telah terjalin selama hampir 43 tahun. Indonesia yang memimpin pembahasan agenda politik-keamanan, mengarisbawahi besarnya tantangan keamanan saat ini, khususnya mengenai radikalisme dan penanganan foreign terrorist fighters (FTF). 

    "Saat ini, dunia tengah dihadapi beragam tantangan keamanan non-tradisional. Ancaman yang hadir di satu kawasan pasti akan menimbulkan ancaman di kawasan lain apabila tidak ditangani dengan baik," ungkap Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Jose Antonio Morato Tavares, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu 12 Februari 2020.

    Selain itu, Jose menggarisbawahi pentingnya keterlibatan perempuan dalam menangani konflik di tingkat kawasan. Dalam kaitan ini, ASEAN telah membentuk ASEAN Women for Peace Registry (AWPR) yang menjadi wadah bagi para pakar dari kalangan perempuan untuk mendorong peningkatan peran dan keterlibatan perempuan dalam proses rekonsiliasi dan perdamaian di ASEAN.

    UE adalah salah satu rekan penting ASEAN, dan juga merupakan mitra dagang terbesar setelah Tiongkok. Kerja Sama ASEAN dan UE juga berperan besar bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan, khususnya melalui terwujudnya ASEAN-EU Free Trade Agreement, perampungan perjanjian Comprehensive Air Transport Agreement (CATA).

    Terdapat juga kerja sama ASEAN-UE di bidang kepemudaan dalam bentuk bantuan pendidikan melalui program Support to Higher Education in the ASEAN Region (SHARE). 

    Sejak 1977, ASEAN dan UE telah mengembangkan berbagai kerja sama di bidang politik keamanan, ekonomi, dan sosial budaya. UE juga aktif mendukung integrasi ASEAN dan upaya membangun komunitas ASEAN. 

    Untuk tahun 2018–2022, kerja sama kemitraan ASEAN dan UE telah memiliki Rencana Aksi. Dari total Rencana Aksi tersebut, lebih dari 50 persen telah terlaksana.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id