Redakan Ketegangan, Rusia-Ukraina Saling Bertukar Tahanan

    Marcheilla Ariesta - 08 September 2019 00:05 WIB
    Redakan Ketegangan, Rusia-Ukraina Saling Bertukar Tahanan
    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) menyambut mantan tahanan ketika mereka turun dari pesawat. (Foto: AFP/Sergei Supinsky)
    Kiev: Rusia dan Ukraina melakukan pertukaran tahanan yang pertama kalinya sejak 70 tahun lalu. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan ini langkah pertama untuk mengakhiri konflik kedua negara.

    Pesawat-pesawat yang membawa masing-masing 35 tahanan dari kedua pihak mendarat bersamaan di Moskow dan Kiev.

    "Kami telah mengambil langkah pertama," ucap Zelensky usai menyapa dan memeluk para mantan tahanan tersebut.

    "Kita harus mengambil semua langkah untuk menyelesaikan konflik mengerikan ini," imbuhnya dilansir dari AFP, Sabtu, 7 September 2019.

    Suasana haru meliputi Bandara Boryspil Kiev ketika para eks tahanan bertemu dengan keluarga mereka. Mereka yang ditukar adalah 24 pelaut Ukraina, pembuat film Ukraina OIeg Sentsov, dan jurnalis Rusia-Ukraina Kyrylo Vyshynsky.

    "Saya dipenuhi kebahagiaan," ucap Natalya Mokryak, ibu dari salah satu pelaut yang ditahan.

    Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pertukaran itu akan menjadi langkah besar menuju normalisasi hubungan dengan Kiev. "Pertukaran ini sangat penting untuk mempertahankan hubungan baik kedua negara, dan memecahkan masalah sebanyak mungkin," tuturnya melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

    Sementara itu, televisi Pemerintah Rusia menunjukkan para eks tahanan mereka tiba di Bandara Vnukovo-2, Moskow.

    Dinas keamanan Ukraina membenarkan pejuang separatis yang didukung Moskow, Vladimir Tsemakh turut dibebaskan. Tsemakh dianggap sebagai saksi kunci jatuhnya penerbangan Malaysia Airlines MH17.

    Dia tetap diserahkan ke Rusia meskipun ada permintaan dari Pemerintah Belanda. Mereka menghubungi Ukraina beberapa kali dan bahkan pada tingkat paling tinggi.

    Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok mengatakan ini upaya Amsterdam untuk mencegah penyerahan Tsemakh setelah pembebasannya.

    Pesawat penumpang Malaysia Airlines rute Amsterdam-Kuala Lumpur ditembak jatuh oleh rudal BUK buatan Rusia pada 2014 silam. Sebanyak 298 penumpang dan awak pesawat tak ditemukan. Sebaikan besar dari mereka yang tewas adalah warga Belanda.




    (EKO)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id