AS Blokir Bisnis Milik Kementerian dan Militer Myanmar

    Fajar Nugraha - 05 Maret 2021 10:14 WIB
    AS Blokir Bisnis Milik Kementerian dan Militer Myanmar
    Amerika Serikat blokir bisnis yang melibatkan militer Myanmar. Foto: AFP



    Washington: Amerika Serikat (AS) pada Kamis 4 Maret 2021 meluncurkan langkah-langkah baru untuk menghukum tentara Myanmar atas kudeta 1 Februari. Mereka memblokir kementerian pertahanan dan dalam negeri serta konglomerat militer dari jenis perdagangan tertentu.

    Washington juga telah menetapkan Myanmar untuk pembatasan kontrol ekspor ‘keperluan militer’. Aturan ini mengharuskan pemasok AS untuk mencari lisensi yang sulit diperoleh untuk mengirimkan barang-barang tertentu.






    Tindakan itu diambil sebagai tanggapan atas tindakan keras militer Myanmar terhadap pengunjuk rasa damai yang menentang kudeta yang menggulingkan pejabat terpilih termasuk pemimpin Aung San Suu Kyi. Suu Kyi memenangkan pemilihan nasional pada November, yang dituduh curang oleh militer.

    Sejak awal kudeta, pedemo pun turun ke jalan menentangnya. Polisi kemudian membubarkan demonstrasi dengan gas air mata dan tembakan di beberapa kota di seluruh negeri.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa sedikitnya 54 orang telah tewas sejak kudeta tersebut. Lebih dari 1.700 orang telah ditangkap, termasuk 29 wartawan.

    Baca: 54 Orang Tewas, PBB Desak Militer Myanmar Berhenti Bunuh Pedemo.

    Presiden Joe Biden bulan lalu memberlakukan sanksi terhadap Myanmar, bagi mereka yang bertanggung jawab atas penggulingan pemerintah yang dipimpin sipil negara Asia Tenggara itu. Sanksi termasuk diarahkan ke menteri pertahanan dan tiga perusahaan di sektor batu giok dan permata.

    “Amerika Serikat tidak akan mengizinkan militer Myanmar untuk terus mendapatkan keuntungan dari akses ke banyak barang,” kata Kementerian Perdagangan dalam sebuah pernyataan pada Kamis.

    "Pemerintah AS akan terus meminta pertanggungjawaban pelaku kudeta atas tindakan mereka,” imbuhnya.

    Kementerian Perdagangan menambahkan bahwa pihaknya sedang meninjau tindakan potensial lebih lanjut.



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id