Utusan Tiongkok Dorong Myanmar Selesaikan Perbedaan Melalui Dialog

    Willy Haryono - 27 Februari 2021 13:31 WIB
    Utusan Tiongkok Dorong Myanmar Selesaikan Perbedaan Melalui Dialog
    Wakil Tetap Tiongkok untuk PBB Zhang Jun saat berada di Washington pada 5 Desember 2019. (MANDEL NGAN/AFP)



    New York: Seorang utusan Tiongkok mendesak semua pihak di Myanmar untuk menyelesaikan segala perbedaan melalui dialog dan konsultasi. Pernyataan disampaikan dalam sebuah pertemuan informal di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York mengenai situasi Myanmar.

    "Kami berharap semua pihak di Myanmar menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan konsultasi di bawah kerangka konstitusional dan hukum, serta tetap menjaga stabilitas politik dan sosial," ujar Zhang Jun, Wakil Tetap Tiongkok untuk PBB.






    Di bawah situasi terkini di Myanmar, lanjutnya, semua pihak harus tetap tenang dan menahan diri agar tidak ada aksi kekerasan dan pertumpahan darah.

    "Tiongkok berkomunikasi dengan pihak-pihak relevan di Myanmar untuk memfasilitasi penurunan ketegangan dan mendorong pemulihan situasi secepat mungkin," ucap Zhang, dilansir dari laman Xinhua pada Sabtu, 27 Februari 2021.

    Mengenai situasi terkini di Myanmar, Zhang menegaskan apa yang terjadi di negara tersebut secara esensi adalah "urusan dalam negeri." Ia meminta komunitas internasional untuk menghormati kedaulatan, independesi politik, integritas wilayah, serta kesatuan nasional Myanmar.

    Menurutnya, suara-suara yang dilontarkan masyarakat global haruslah dapat membantu semua elemen di Myanmar dalam menyelesaikan berbagai masalah dan perbedaan mereka.

    Zhang menyebut Myanmar adala bagian dari ASEAN. Tiongkok mendorong asosiasi tersebut untuk memainkan peran aktif dalam membantu menyelesaikan masalah di negara tersebut dengan cara ASEAN.

    "Kami mengapresiasi upaya mediasi negara-negara ASEAN. Kami meyakini ASEAN, organisasi kawasan yang dewasa, memiliki kebijaksaan politik dalam membantu Myanmar menyelesaikan masalah-masalahnya," sebut Zhang.

    Kudeta militer di Myanmar terjadi 1 Februari lalu, yang berawal dengan penahanan sejumlah tokoh politik termasuk pemimpin de facto Aung San Suu Kyi. Unjuk rasa masif pun terjadi tak lama setelahnya, yang tak jarang berujung bentrok dan menelan korban jiwa.

    Hingga saat ini, jumlah orang yang tewas dalam bentrokan di tengah aksi menentang kudeta telah mencapai enam orang.

    Baca:  Polisi Myanmar Tahan Jurnalis Jepang saat Protes di Yangon

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id