Tambahan Kasus Covid-19 di AS Didominasi Varian Terbaru

    Marcheilla Ariesta - 25 Januari 2021 13:49 WIB
    Tambahan Kasus Covid-19 di AS Didominasi Varian Terbaru
    Ilustrasi virus korona covid-19. (Medcom.id)



    Washington: Jumlah kasus virus korona (covid-19) di Amerika Serikat telah melampaui 25 juta hingga akhir pekan kemarin. Terlewatinya angka 25 juta terjadi saat AS tengah mempercepat distribusi serta penyuntikan vaksin covid-19.

    Dikutip dari laman Malay Mail pada Senin, 25 Januari 2021, tambahan kasus covid-19 di AS dalam beberapa hari terakhir didomimasi varian terbaru yang pertama kali terdeteksi di Inggris dan juga Afrika Selatan.






    Untuk meredam penyebaran varian baru ini, Biden pun memberlakukan kembali larangan masuk AS untuk semua pelancong yang pernah bepergian ke Brasil, Inggris, Irlandia, dan 26 negara di Eropa.

    "Kami menambahkan Afrika Selatan ke daftar terbatas karena varian yang mengkhawatirkan yang telah menyebar ke luar Afrika Selatan," kata Dr Anne Schuchat, Wakil Direktur CDC.

    Baca:  Cegah Varian Baru Covid-19, Biden Larang Perjalanan Dari dan ke Afrika Selatan

    Sementara itu mengenai vaksinasi covid-19, negara-negara bagian termasuk North Dakota dan Virginia Barat telah menyuntikkan lebih dari 83 persen dosis vaksin yang diterima.

    Virginia memberikan dosis paling sedikit, yakni hanya 42 persen dari vaksin yang diterima.

    AS telah menyuntikkan setidaknya 21,8 juta dosis vaksin covid-19 untuk sekitar enam persen populasinya. Kedua vaksin yang saat ini disetujui penggunaannya juga sudah mulai memasuki tahap vaksinasi dosis kedua.

    Alaska memimpin penghitungan administrasi vaksin, dengan sekitar 13 persen populasinya divaksinasi. "Virginia Barat juga telah melakukan vaksinasi kepada sekitar 11 persen populasinya," kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

    Jumlah infeksi baru kini kembali melambat. Sebelumya, akibat liburan Thanksgiving dan akhir tahun covid-19 di AS melonjak drastis.

    Tak hanya jumlah infeksi yang melonjak, angka kematian pun sama. Reuters mencatat, dalam 25 hari terakhir, lebih dari 70 ribu orang kehilangan nyawa mereka akibat virus tersebut.

    Diperkirakan angka kematian akan melampaui 500 ribu pada Februari mendatang jika warga tak patuh protokol kesehatan.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id