Armenia dan Azerbaijan Sepakati Gencatan Senjata Baru

    Willy Haryono - 18 Oktober 2020 08:00 WIB
    Armenia dan Azerbaijan Sepakati Gencatan Senjata Baru
    Seorang prajurit Azerbaijan berjalan di dekat sebuah mobil yang hancur di kota Jabrayil pada 16 Oktober 2020. (AFP)
    Baku: Armenia dan Azerbaijan telah menyepakati gencatan senjata kemanusiaan terbaru untuk wilayah konflik Nagorno-Karabakh. Keduanya sepakat bahwa gencatan senjata terbaru ini akan dimulai pada Minggu dini hari, 18 Oktober 2020 waktu setempat.

    Keputusan diambil sejalan dengan perjanjian gencatan senjata sebelumnya yang telah ditandatangani pekan kemarin. Gencatan senjata terbaru disepakati karena aksi saling serang masih terjadi sepanjang pekan ini.

    Konflik terbaru antara Armenia dan Azerbaijan meletus pada akhir September di Nagorno-Karabakh. Nagorno-Karabakh diakui komunitas internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, namun dikuasai etnis Armenia.

    Konflik terbaru di Nagorno-Karabakh merupakan yang terburuk sejak perang di wilayah tersebut berakhir dengan gencatan senjata pada 1994.

    Sejak meletusnya konflik terbaru, komunitas internasional sama-sama menyerukan agar Armenia dan Azerbaijan menghentikan pertempuran. Keduanya diminta tetap berkomitmen terhadap arahan Minsk Group dari Organisasi Kerja Sama dan Keamanan Eropa (OSCE).

    "Keputusan gencatan senjata diambil berdasarkan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Prancis, dan Rusia yang mewakili OSCE Minsk Group," kata Kementerian Luar Negeri Azerbaijan, dilansir dari laman BBC.

    Anna Naghdalyan, juru bicara Kemenlu Armenia, juga menyampaikan pernyataan serupa via Twitter. Ia mengatakan bahwa negaranya menyambut baik upaya menuju "gencatan senjata dan penurunan ketegangan" di zona konflik.

    Menlu Rusia Sergey Lavrov, yang memediasi gencatan senjata temporer pekan kemarin, telah berbicara dengan menlu Armenia dan Azerbaijan pada Sabtu kemarin. Ia meminta keduanya untuk "mematuhi dengan seksama" perjanjian sebelumnya.

    Sejauh ini, konflik terbaru di Nagorno-Karabakh dilaporkan telah menewaskan ratusan orang, meski angka pastinya belum dapat dipastikan. Ketegangan terbaru berkisar serangan misil ke kota Ganja di Azerbaijan, yang telah menewaskan sedikitnya 13 warga sipil.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam keras segala bentuk serangan terhadap area sipil, termasuk di kota Ganja.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id