WHO Perketat Pedoman Penggunaan Masker saat Covid-19

    Fajar Nugraha - 03 Desember 2020 05:23 WIB
    WHO Perketat Pedoman Penggunaan Masker saat Covid-19
    WHO keluarkan pedoman perketat penggunaan masker saat covid-19. Foto: AFP
    Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu 2 Desember 2020 memperketat pedoman tentang penggunaan masker kesehatan saat virus korona merebak. Pedoman ini merekomendasikan bahwa, di mana covid-19 menyebar, masker harus dipakai oleh semua orang di fasilitas perawatan kesehatan dan untuk semua interaksi di ruang dalam ruangan yang berventilasi buruk.

    Pada Juni, WHO mendesak pemerintah di dunia untuk meminta semua orang mengenakan masker kain di tempat umum di dalam dan di luar ruangan di mana ada risiko penularan virus.

    Sejak itu, gelombang epidemi global kedua semakin meningkat. Secara keseluruhan, lebih dari 63 juta orang di seluruh dunia telah terjangkit covid-19 dan 1,475 juta meninggal karenanya.

    “Di lokasi di mana epidemi menyebar, warga -,termasuk anak-anak dan siswa berusia 12 atau lebih,- harus selalu mengenakan masker di toko, tempat kerja dan sekolah yang kurang ventilasi. Penggunaan masker juga termasuk saat menerima pengunjung di rumah dengan ventilasi buruk,” sebut pedoman WHO, seperti dikutip AFP, Kamis 3 Desember 2020.

    “Masker juga harus dikenakan di luar ruangan dan di dalam ruangan yang berventilasi baik, di mana jarak fisik setidaknya satu meter tidak dapat diberlakukan,” tuturnya.

    “Dalam semua skenario, masker perlu disertai dengan tindakan pencegahan lain seperti mencuci tangan,” tutur WHO.

    Lebih lanjut WHO menambahkan, di wilayah penyebaran covid-19, juga disarankan penggunaan masker medis ‘universal’ di fasilitas perawatan kesehatan, termasuk saat merawat pasien lain. Imbauan ini juga diterapkan untuk pengunjung, pasien rawat jalan, dan area umum seperti kafetaria dan ruang staf.

    Sementara, petugas kesehatan dapat mengenakan masker respirator N95 jika tersedia saat merawat pasien covid-19, tetapi satu-satunya perlindungan yang terbukti adalah ketika mereka melakukan prosedur yang menghasilkan aerosol yang membawa risiko lebih tinggi.

    Disarankan agar orang yang melakukan aktivitas fisik yang kuat tidak memakai masker, dengan alasan beberapa risiko terkait, terutama bagi penderita asma.

    Menurut WHO, ventilasi yang memadai, jarak fisik dan desinfeksi ‘permukaan dengan sentuhan tinggi’ di gym harus dipertahankan, atau penutupan sementara harus dipertimbangkan.

    Imbauan semacam ini dari WHO pada dasarnya sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun.


    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id