Masih Kesal Soal AUKUS, Prancis Batalkan Dialog Pertahanan dengan Inggris

    Willy Haryono - 20 September 2021 09:39 WIB
    Masih Kesal Soal AUKUS, Prancis Batalkan Dialog Pertahanan dengan Inggris
    Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly. (Ludovic MARIN / AFP)



    Paris: Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly membatalkan dialog dengan Menhan Inggris Ben Wallace. Pembatalan ini merupakan kelanjutan dari kemarahan Prancis atas terbentuknya AUKUS, pakta pertahanan trilateral antara Amerika Serikat, Australia, dan Inggris.

    Kesepakatan kontrak pembelian kapal selam antara Prancis dan Australia hancur berantakan usai pengumuman AUKUS.

     



    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sebelumnya pernah berkata bahwa Prancis tidak perlu terlalu khawatir atas AUKUS.

    Pernyataan Johnson tidak terlalu berpengaruh, dan Paris tetap meluapkan kemarahannya kepada London.

    Lord Ricketts, mantan duta besar Inggris untuk Prancis, mengonfirmasi bahwa pertemuan kedua menhan telah ditunda dan tanggalnya akan ditentukan kemudian.

    AUKUS dibentuk pada 15 September, yang dinilai sebagai upaya melawan pengaruh Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik, termasuk di perairan sengketa Laut China Selatan. Kemunculan AUKUS mengakhiri kontrak kapal selam Prancis-Australia bernilai USD37 miliar yang disepakati di tahun 2016.

    Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mendeskripsikan AUKUS sebagai pengkhianatan besar yang sepatutnya tidak dilakukan oleh negara-negara mitra.

    Tak lama usai pengumuman AUKUS, Prancis langsung menarik duta besarnya dari AS dan Australia.

    Baca:  Protes Aliansi AUKUS, Prancis Tarik Dubes dari AS dan Australia

    Berbicara dalam penerbangan ke New York, PM Johnson meminta Prancis untuk tidak terlalu khawatir terhadap AUKUS. Ia menegaskan hubungan Inggris-Prancis merupakan sesuatu yang "tidak dapat terhapuskan" oleh apapun.

    Ia menyebut Inggris dan Prancis selama ini memiliki hubungan yang sangat istimewa. "AUKUS bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan, terutama oleh sahabat-sahabat kami di Prancis," tutur PM Johnson, dikutip dari laman BBC, Senin, 20 September 2021.

    PM Johnson berangkat ke New York bersama Menlu baru Inggris, Liz Truss. Dalam sebuah artikel di The Sunday Telegraph, Truss mengatakan AUKUS merupakan bukti bahwa Inggris selalu siap untuk bersikap tegas dalam mendorong kepentingan nasional.

    Namun menurut Prancis, Inggris selama ini cenderung bersikap oportunis dalam beragam hal, termasuk terkait pembentukan AUKUS. Itulah mengapa Prancis tidak menarik dubesnya dari Inggris, karena menilai London bukan pemain utama dalam pakta pertahanan tersebut.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id