comscore

COP26: PM Inggris Sebut Perjanjian Iklim Glasgow 'Diwarnai Kekecewaan'

Willy Haryono - 15 November 2021 06:31 WIB
COP26: PM Inggris Sebut Perjanjian Iklim Glasgow Diwarnai Kekecewaan
PM Inggris Boris Johnson berbicara dalam konferensi pers seputar hasil akhir COP26 di London, 14 November 2021. (DANIEL LEAL / POOL / AFP)
London: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa Perjanjian Iklim Glasgow yang dicapai dalam KTT Iklim COP26 akan menjadi dokumen krusial dalam memerangi perubahan iklim. Namun di waktu bersamaan, ia mengaku kecewa atas upaya beberapa pihak dalam menurunkan komitmen di versi final dari Perjanjian Iklim Glasgow.

"Kebahagiaan saya atas kemajuan ini diwarnai dengan kekecewaan," kata PM Johnson, yang pemerintahannya menjadi tuan rumah COP26 di Glasgow selama lebih kurang dua pekan.
"Bagi mereka yang terkena dampak perubahan iklim, mereka yang hanya bisa melihat pulau mereka tenggelam, lahan pertanian menjadi pasir, rumah diterjang badai -- mereka mengharapkan adanya ambisi tingkat tinggi dalam KTT ini," lanjutnya, dikutip dari politico, Minggu, 14 November 2021.

Ia menambahkan: "saat banyak dari kita bersedia untuk bergerak ke arah sana, sayangnya tidak semua orang berpikiran sama. Sangat disayangkan, memang seperti itulah diplomasi."

Baca: Sekjen PBB Antonio Guterres Tegaskan Hasil COP26 'Tidak Cukup'

Pernyataan PM Johnson mewakili kekecewaan sejumlah pihak mengenai penurunan kualitas dokumen final Perjanjian Iklim Glasgow yang diadopsi pada Sabtu malam. Salah satu yang menjadi sorotan adalah perubahan frasa "phasing out" (menghapus) menjadi "phasing down" (mengurangi) terkait penggunaan batu bara.

Perubahan frasa itu diserukan Tiongkok dan India di menit-menit akhir pengadopsian Perjanjian Iklim Glasgow.

Alok Sharma, Presiden COP26, terlihat hampir menangis saat mengumumkan Perjanjian Iklim Glasgow yang sudah direvisi. Dalam sebuah konferensi pers bersama PM Johnson, Sharma mengaku kecewa namun lega terkait pengadopsian sebuah perjanjian iklim.

Saat ditanya mengenai perubahan di menit-menit akhir, Sharma mengatakan bahwa masuknya pembahasan batu bara dalam Perjanjian Iklim Glasgow dapat diartikan bahwa negara-negara dunia dapat mendorong berlangsungnya KTT serupa di masa mendatang.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id