Warga Permukiman Kumuh di Brasil Rentan Terjangkit Korona

    Arpan Rahman - 23 Maret 2020 16:32 WIB
    Warga Permukiman Kumuh di Brasil Rentan Terjangkit Korona
    Sebuah kamera CCTV dipasang di dekat salah satu permukiman kumuh atau favela di Brasil. (Foto: VANDERLEI ALMEIDA/AFP.Getty)
    Rio de Janeiro: Seorang wanita lanjut usia berjalan bersama cucunya di wilayah perbukitan Brasil. Terlihat khawatir, sang nenek berjalan berdampingan bersama cucunya yang mengenakan masker.

    Cucu dari wanita tersebut diyakini sebagai pasien pertama covid-19 di permukiman kumuh (favela) Santa Marta di Brasil. Sejumlah pakar khawatir pandemi covid-19 dapat berdampak buruk terhadap negara-negara miskin yang memiliki banyak permukiman kumuh.

    Di negara seperti Brasil, yang telah mengonfirmasi lebih dari 1.500 kasus covid-19, sejumlah praktisi medis khawatir virus tersebut akan, atau bahkan sudah, memasuki banyak favela.

    Kasus pertama covid-19 di Brasil terkait dengan seorang warga lokal yang berasal dari kalangan menengah ke atas. Namun kelas masyarakat di Brasil terkadang hidup sangat berdekatan, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya lonjakan kasus dan kematian akibat covid-19.

    "Orang yang membawa (covid-19) ke Brasil adalah orang kaya yang baru berlibur dari Eropa. Tapi masyarakat Brasil yang akan lebih menderita berasal dari kalangan menengah ke bawah," kata Paulo Buss, salah satu dokter ternama di Brasil.

    "Sayangnya, saya rasa (covid-19) akan segera menyebar di kalangan masyarakat miskin, dan jumlah kasusnya akan sangat tinggi," lanjut dia, dikutip dari The Independent, Senin 23 Maret 2020.

    Sejumlah pejabat Brasil beramai-ramai menyuarakan kekhawatiran tersebut. Surat kabar Estadao melaporkan bahwa sejumlah pejabat mewacanakan agar warga-warga miskin yang terjangkit covid-19 untuk dimasukkan ke kapal dan diisolasi ke tengah laut.

    Media Voice of the Communities juga melaporkan bahwa Pemerintah Brasil berencana menyuarakan peringatan langsung ke berbagai favela yang tersebar di seantero negeri. "Ada banyak kelompok orang yang masuk kategori rentan di Rio (de Janeiro)," ujar Menteri Kesehatan Brasil Luiz Henrique Mandetta.

    Rocinha, favela terbesar di Brasil dengan populasi sekitar 70 ribu, telah mengumumkan larangan menerima kedatangan orang asing. Larangan bertujuan demi melindungi masyarakat miskin dari risiko terpapar covid-19. Kebijakan yang sama telah diberlakukan di Santa Marta.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id