Jalan Dekat Gedung Putih Dinamai 'Black Lives Matter Plaza'

    Willy Haryono - 06 Juni 2020 13:15 WIB
    Jalan Dekat Gedung Putih Dinamai 'Black Lives Matter Plaza'
    Demonstran berjalan di sebuah ruas jalan yang dinamakan Black Lives Matter Plaza di dekat Gedung Putih, Washington DC, 5 Juni 2020. (Foto: AFP / MANDEL NGAN)
    Washington: Wali Kota Washington DC Muriel Bowser mengubah nama sebuah ruas jalan di depan Gedung Putih menjadi "Black Lives Matter Plaza." Tidak hanya itu, ia juga mengizinkan para relawan untuk menuliskan "Black Lives Matter" berukuran besar berwarna kuning di ruas jalan tersebut.

    Black Lives Matter merupakan tema utama dalam aksi memprotes kematian orang kulit hitam di AS, termasuk George Floyd. Floyd meninggal usai lehernya ditindih lutut seorang polisi kulit putih bernama Derek Chauvin pada 25 Mei.

    Langkah Bowser mengubah nama jalan dan menuliskan Black Lives Matter berukuran raksasa dipandang sebagai bentuk penentangan terhadap Presiden AS Donald Trump yang lebih ingin melakukan pendekatan militer terhadap gelombang aksi protes mengecam kematian Floyd.

    Sejak kematian Floyd, aksi unjuk rasa berskala masif meletus di seantero AS, yang tak jarang berujung aksi perusakan dan penjarahan. Trump bertekad menghentikan semua itu dengan menggunakan kekuatan, salah satunya dengan mengerahkan militer.

    Selain soal Floyd, Bowser juga menyebutkan nama Breonna Taylor dalam sebuah pesan di Twitter. Taylor adalah wanita kulit hitam yang tewas dibunuh polisi di rumahnya sendiri di Louisville, Kentucky.

    Kematian Taylor dan juga Floyd semakin memperburuk sentimen orang kulit hitam terhadap polisi di AS.

    Bowser telah mengecam langkah Trump yang menggunakan sejumlah agensi federal dan polisi militer untuk membubarkan aksi protes pada Senin malam. Trump mengerahkan semua itu agar dia dapat berfoto di luar sebuah gereja di dekat Gedung Putih.

    "Kami ingin semua pasukan keluar dari negara bagian ini, keluar dari Washington DC," tutur Bowser dalam sebuah konferensi pers pada Kamis kemarin.

    Sebelumnya, Trump pernah mengancam akan mengeluarkan "anjing buas dan senjata mematikan" dalam merespons aksi protes Floyd di sekitar Gedung Putih. Kala itu, Trump juga dikabarkan berlindung di sebuah bungker bersama keluarganya seiring semakin memanasnya aksi protes.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id