Putin Sebut AS Sedang Alami Krisis Internal Mendalam

    Willy Haryono - 15 Juni 2020 10:59 WIB
    Putin Sebut AS Sedang Alami Krisis Internal Mendalam
    Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AFP)
    Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin mendeskripsikan Amerika Serikat saat ini sebagai negara yang sedang dilanda "krisis internal mendalam." Dalam wawancara pertamanya sejak pandemi virus korona (covid-19) di Rusia, Putin menyebut salah satu penyebab krisis tersebut adalah tingginya ketegangan rasial di tengah masyarakat AS.

    Dilansir dari New York Times, Minggu 14 Juni 2020, Putin mengatakan, Rusia atau Uni Soviet di masa lalu, selalu "bersimpati atas perjuangan Afrika Amerika dalam mendapatkan hak-hak mereka."

    Namun saat perjuangan itu berubah menjadi kekacauan, Putin mengatakan hal-hal buruk sudah pasti akan terjadi di negara tersebut.

    Secara spesifik Putin menyoroti fenomena penghancuran sejumlah patung dalam gelombang aksi unjuk rasa anti-rasisme. Menurutnya, penghancuran seperti itu merupakan "sebuah fenomena destruktif."

    Ia menilai gelombang protes mengecam rasisme saat ini, baik yang terjadi di AS dan beberapa negara lain, telah terinfeksi oleh "nasionalisme radikal dan ekstremisme."

    Gelombang protes anti-rasisme di AS dipicu kematian pria kulit hitam George Floyd pada 25 Mei. Aksi protes bertema Black Lives Matter kembali berkobar usai seorang pria kulit hitam lainnya, Rayshard Brooks, tewas ditembak polisi di Atlanta pada Jumat kemarin.

    Baca: Penembakan Rayshard Brooks Dinilai Berlebihan

    Meski berkukuh dirinya ingin berhati-hati dalam mengomentari rangkaian peristiwa di AS, Putin selama ini selalu dituding sejumlah pihak berusaha memicu perpecahan di Negeri Paman Sam.

    Sebagian kalangan juga menuduh Putin hanya berusaha menyoroti krisis di AS demi menutupi kekurangannya dalam menangani pandemi covid-19 di Rusia.

    Dengan tingkat kepuasan publik yang menyentuh titik terendah dalam 20 tahun terakhir, Putin ingin segera mendeklarasikan kemenangan atas pandemi covid-19. Putin tak mau covid-19 mengganggu jalannya acara parade militer dan referendum konstitusi.

    Referendum konstitusi dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli mendatang. Jika perubahan konstitusi disepakati, maka Putin berkesempatan tetap menjadi presiden hingga 2036.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id