Lahar Gunung Api Spanyol Perluas Permukaan Pulau La Palma

    Fajar Nugraha - 01 Oktober 2021 11:06 WIB
    Lahar Gunung Api Spanyol Perluas Permukaan Pulau La Palma
    Lahar gunung La Cumbre Vieja di Spanyol mulai masuki laut. Foto: AFP



    La Palma: Permukaan Pulau La Palma di Spanyol meluas saat lahar dari gunung berapi yang meletus 11 hari lalu telah mencapai laut.

    Copernicus, program pengamatan Bumi Uni Eropa, mengatakan bahwa citra satelitnya pada Kamis 30 September 2021 menunjukkan lidah berbentuk D dari batuan cair yang terbentuk di pantai barat pulau itu berukuran 338 hektar pada akhir Rabu.

     



    Lahar dari Gunung La Cumbre Vieja telah menempuh perjalanan sekitar enam kilometer dan mencapai laut pada Selasa malam. Pertemuan antara lahar dan laut tidak menghasilkan ledakan material vulkanik, seperti yang dikhawatirkan, tetapi menghasilkan gas yang berpotensi beracun.

    Baca: Lahar La Cumbre Vieja Capai Laut, Muncul Kekhawatiran Gas Beracun.

    Untuk menghindari keracunan, pemerintah daerah pulau itu meminta penduduk beberapa distrik Tazacorte, untuk mengisolasi diri di rumah mereka. Perimeter keamanan dengan radius 3,5 kilometer juga telah disiapkan serta zona eksklusi dua mil laut.

    Pihak berwenang waspada karena peramal cuaca Spanyol, AEMET, mengindikasikan arah angin dapat berubah Kamis malam dan membawa gumpalan beracun ke pantai dan lebih jauh ke pedalaman.

    Sumber kekhawatiran lainnya adalah arah aliran lahar. Cairan cair yang berasal dari gunung berapi yang pertama kali meletus pada 19 September masih mengalir menuruni bukit seperti sungai dan kemudian berjatuhan di atas tebing ke Atlantik. Namun medan yang tidak rata bisa membuat lahar meluap di jalurnya saat ini, menyebar ke daerah lain, dan menghancurkan lebih banyak rumah dan lahan pertanian.

    Menurut para ilmuwan, jika magma pada awalnya akan memiliki dampak yang menghancurkan tetapi terlokalisasi pada ekosistem laut, pada akhirnya dapat memiliki efek yang menguntungkan dengan menciptakan batuan yang dapat dijajah oleh sejumlah spesies.

    “Lahar tersebut akan membentuk platform berbatu yang akan menjadi substrat bagi sejumlah spesies laut yang akan dapat menjajahnya di masa depan, yaitu dalam waktu tiga hingga lima tahun,” ujar Fernando Tuya, peneliti keanekaragaman hayati dan konservasi di Universitas Las Palmas di Gran Canaria, seperti dikutip AFP, Jumat 1 Oktober 2021.

    “Fitoplankton juga bisa diperkaya oleh zat besi yang terkandung dalam magma,” jelasnya.

    Menurut otoritas lokal La Palma, secara total, lahar sekarang mencakup 476 hektar pulau ini sekitar 70.000 hektar.

    Letusan, yang tidak menyebabkan kematian atau cedera, menyebabkan evakuasi sekitar 6.000 dari 85.000 penduduk pulau itu dan lahar menghancurkan 855 bangunan.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id