Biden Dengarkan Kesaksian Jacob Blake yang Ditembak Polisi AS

    Fajar Nugraha - 04 September 2020 08:47 WIB
    Biden Dengarkan Kesaksian Jacob Blake yang Ditembak Polisi AS
    Joe Biden bertemu warga kulit hitam di Wisconsin, Amerika Serikat. Foto: AFP
    Kenosha: Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden mengunjungi Kenosha, Wisconsin berbicara dengan Jacob Blake. Blake adalah warga kulit hitam AS yang ditembak tujuh kali dari belakang oleh polisi kulit putih.

    Biden menempatkan dirinya tepat di tengah keributan nasional yang sedang berlangsung atas ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi. Selain dengan keluarga Blake, Biden juga bertemu dengan penduduk Kenosha yang dilanda perselisihan.

    Perjalanan Biden ke Kenosha, berlangsung dua hari setelah Presiden Donald Trump melakukan perjalanan ke kota itu.

    Kedua kunjungan itu memiliki nada yang sangat berbeda. Biden bertemu secara pribadi dengan keluarga Blake di lapangan bandara Milwaukee. Mantan Wakil Presiden itu juga berbicara dengan Blake, yang dirawat di rumah sakit, melalui telepon selama sekitar 15 menit.

    Kunjungan Trump pada Selasa, sebaliknya, dimaksudkan untuk menyampaikan dukungan kepada polisi. Bahkan presiden dari Partai Republik tersebut tidak bertemu dengan Blake atau kerabatnya.

    Setelah tiba di Gereja Grace Lutheran di Kenosha, Biden yang muram mendengarkan ketika pejabat lokal terpilih, pemilik bisnis dan mantan anggota penegak hukum menceritakan kisah-kisah tentang komunitas tangguh yang dipukuli oleh perpecahan rasial dan kerusuhan sipil.

    Porsche Bennett, seorang aktivis Black Lives Matter mengatakan, penduduk kulit hitam setempat bosan dengan janji palsu reformasi polisi.

    “Kami belum melihat tindakan. Dan saya selalu dibesarkan untuk bertindak, bukan kata-kata,” kata Bennett kepada Biden.

    Seorang pemilik bisnis kecil, Barb DeBerge mengatakan kepadanya bahwa bisnisnya berisiko di tengah protes yang disertai kekerasan tetapi terhindar dari kerusakan parah.

    Biden, yang mengenakan topeng karena pandemi virus korona, mengutuk kerusakan itu. "Terlepas dari seberapa marah Anda, jika Anda menjarah atau Anda membakar Anda harus dimintai pertanggungjawaban," ujar Biden, seperti dikutip AFP, Jumat 4 September 2020.

    “(Penjarahan) itu tidak bisa ditoleransi, secara keseluruhan,” tegas Biden.

    Namun dia juga memuji gerakan Black Lives Matter, dengan mengatakan Trump tidak berhasil mempengaruhi opini publik terhadap protes tersebut.

    Trump pada Selasa mengunjungi toko furnitur Kenosha yang hancur dalam pergolakan itu dan menyatakan bahwa Partai Demokrat seperti Biden memaafkan kekerasan dan dipengaruhi oleh aktivis sayap kiri.

    Tidak hanya itu, Trump menolak untuk mengutuk tindakan kekerasan oleh para pendukungnya dan membela seorang pendukung Blue Lives Matter berusia 17 tahun yang telah membunuh dua orang dan melukai satu lagi dengan senapan semi-otomatis selama bentrokan dengan pengunjuk rasa Kenosha.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id