comscore

Jokowi Tegaskan Risiko Perubahan Iklim Sangat Nyata bagi Negara Berkembang

Marcheilla Ariesta - 28 Juni 2022 12:46 WIB
Jokowi Tegaskan Risiko Perubahan Iklim Sangat Nyata bagi Negara Berkembang
Presiden Joko Widodo saat hendak bertemu Kanselir Jerman Olaf Scholz di kastil Schloss Elmau, 27 Juni 2022. (Markus Schreiber / POOL / AFP)
Munich: Presiden Joko Widodo telah memenuhi undangan untuk menghadiri KTT G7 di Elmau, Jerman. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi berfokus pada dua hal, energi dan pangan

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Presiden Jokowi hadir dalam dua sesi pertemuan. Di sesi pertemuan pertama, yakni Working Lunch, Jokowi membahas isu energi.
"Beberapa hal yang dibahas mengenai energi dan perubahan iklim, antara lain presiden menyampaikan, bagi rakyat Indonesia dan negara berkembang lainnya, risiko perubahan iklim sangat nyata," kata Menlu Retno dalam pernyataan pers di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, 28 Juni 2022.

Ia juga mengatakan bahwa komitmen dan upaya Indonesia untuk perubahan iklim dan transisi energi sangat jelas.

"Indonesia memiliki potensi sebagai kontributor energi bersih juga sangat besar, baik di perut bumi, darat, dan laut," sambung Menlu Retno.

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan jika Indonesia memerlukan investasi besar dan teknologi rendah karbon guna mendukung transisi menuju energi bersih yang cepat dan efektif.

Dalam kaitan inilah, kata Menlu Retno, investasi yang diperlukan Indonesia antara USD25 hingga 35 miliar untuk transisi energi delapan tahun ke depan. Jokowi dalam pertemuan itu juga mengatakan bahwa transisi energi dapat dioptimalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, yang diharapkan mampu membuka peluang bisnis dan lapangan kerja baru.

Baca:  Jokowi Ajak G7 Investasi Sektor Energi Bersih di Indonesia

"Presiden mengajak negara G7 untuk berkontribusi memanfaatkan peluang ini, terutama investasi di sektor energi bersih Indonesia, terutama investasi di sektor energi bersih Indonesia termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai lithium," sambungnya.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga meminta dukungan dan kehadiran semua negara G7 di KTT G20.

Menli Retno mengatakan, kepresidenan Indonesia di G20 masih mendapat dukungan besar dari para anggota G7. Hal ini terlihat jelas dalam pertemuan tersebut.

Usai dari Jerman, Jokowi direncanakan melakukan kunjungan ke Ukraina dan Rusia.


(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id