Erdogan Kembali Serukan Boikot Produk-Produk Prancis

    Willy Haryono - 27 Oktober 2020 07:18 WIB
    Erdogan Kembali Serukan Boikot Produk-Produk Prancis
    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP)
    Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melanjutkan serangannya terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait isu seputar dunia Islam. Melalui pidato di televisi, ia meminta para pemimpin dunia untuk melindungi Islam "jika memang terjadi opresi terhadap Muslim di Prancis."

    Macron telah memicu kemarahan sejumlah tokoh Muslim, termasuk Erdogan, usai mengatakan Islam adalah negara yang "sedang berada dalam krisis." Ia juga dikecam karena terus membela kartun kontroversial Nabi Muhammad.

    "Jangan pernah mengapresiasi dan membeli barang-barang berlabel Prancis," kata Erdogan dari Ankara, dikutip dari laman BBC pada Senin, 26 Oktober 2020.

    Ia menyebut Muslim kini sudah menjadi subjek kebencian seperti yang terjadi terhadap Yahudi di Eropa sebelum Perang Dunia II. Menurut Erdogan, Macron adalah pemimpin yang mendorong kebencian tersebut.

    "Pemimpin negara-negara Eropa harus memberi tahu Presiden Prancis untuk menghentikan kampanye kebencian ini," sebut Erdogan.

    Erdogan marah kepada Macron yang bertekad melindungi nilai-nilai sekularisme dari elemen radikal sekelompok kecil Muslim. Tekad Macron disampaikan usai persidangan Charlie Hebdo, majalah yang membuat karikatur Nabi Muhammad, dan setelah terjadinya pemenggalan seorang guru terkait kartun tersebut.

    Guru bernama Samuel Paty dipenggal seorang pengungsi asal Chechnya, Abdullakh Anzorov, pada 16 Oktober. Ia dipenggal usai memperlihatkan kartun Nabi Muhammad dalam pelajaran kebebasan berekspresi.

    Mengenang Paty, Macron menegaskan bahwa Prancis "tidak akan pernah berhenti membuat kartun."

    Membuat gambar Nabi Muhammad merupakan perbuatan terlarang dalam Islam, yang tujuannya adalah mencegah pemujaan. Namun sekularisme di Prancis, atau disebut dengan laicite, merupakan salah satu nilai utama dalam identitas nasional Prancis.

    Menurut konstitusi Prancis, mencegah kebebasan berekspresi untuk melindungi perasaan komunitas tertentu dapat merusak kesatuan.

    Baca:  Prancis Kecam Seruan Boikot Terkait Pernyataan Macron

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id