Redam Reaksi Rasis, Biden Larang Hubungkan Covid-19 dengan Tiongkok

    Fajar Nugraha - 27 Januari 2021 19:07 WIB
    Redam Reaksi Rasis, Biden Larang Hubungkan Covid-19 dengan Tiongkok
    Presiden AS Joe Biden larang hubungkan covid-19 dengan Tiongkok. Foto: AFP
    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah melarang rujukan ke covid-19 berdasarkan lokasi geografis. Ketentuan dikeluarkan setelah label seperti “Virus China" dan “Virus Wuhan" menimbulkan reaksi rasis.

    “Retorika inflamasi dan xenofobia telah menempatkan warga Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik, baik keluarga, komunitas dan bisnisnya dalam risiko,” kata Biden, dalam sebuah memorandum yang dirilis pada Selasa.

    "Pemerintah federal harus mengakui bahwa mereka telah memainkan peran dalam memajukan sentimen xenofobia ini melalui tindakan para pemimpin politik. Termasuk referensi ke pandemi covid-19 berdasarkan lokasi geografis asalnya," tegas Biden, seperti dikutip dari Asia One, Rabu 27 Januari 2021.

    “Pernyataan seperti itu telah memicu ketakutan yang tidak berdasar dan mengabadikan stigma tentang orang Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik. Hal ini telah berkontribusi pada peningkatan tingkat penindasan, pelecehan, dan kejahatan rasial,” tuturnya.

    Memo itu mengatakan, departemen dan agensi eksekutif akan memastikan bahwa tindakan, dokumen, dan pernyataan resmi "tidak menunjukkan atau berkontribusi terhadap rasisme, xenofobia, dan intoleransi terhadap orang Amerika keturunan Asia dan Kepulauan Pasifik".

    Tidak ada pemimpin politik yang disebutkan dalam memo itu, tetapi pendahulu Biden, Donald Trump, berulang kali menggunakan istilah seperti “Virus Wuhan", “Wabah China", dan “Kung Flu" untuk menggambarkan penyakit yang disebabkan oleh virus korona. Penjelasan ini dianggap memicu peningkatan serangan dan pelecehan yang menargetkan komunitas minoritas di AS.

    Dalam memo tersebut, Biden menunjukkan bahwa 2 juta warga Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik bekerja sebagai penyedia layanan kesehatan dan dalam peran pendukung lainnya. Mereka berkontribusi pada upaya menghentikan penyebaran covid-19 di AS.

    “Warga Asia-Amerika melaporkan lebih dari 2.600 insiden kebencian hanya dalam beberapa bulan tahun lalu, dibandingkan dengan beberapa ratus di sebagian besar tahun sejak 1999,” ucap mantan pengacara hak sipil AS keturunan Indonesia, Aryani Ong.

    Deskripsi Trump tentang pandemi ditolak keras oleh Beijing, yang membantah tuduhannya bahwa virus korona mungkin muncul dari laboratorium di Wuhan. Awal bulan ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mengatakan narasi Washington -,yang dikemukakan oleh mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo,- "penuh dengan kekeliruan" dan "kegilaan".

    Negeri Tirai Bambu juga menyusun ulang narasi virus korona, dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi menyarankan pandemi itu kemungkinan disebabkan oleh wabah terpisah di banyak tempat di seluruh dunia.

    Diplomat Tiongkok telah mempromosikan teori tidak berdasar yang mengaitkan virus dengan atlet militer AS. Sementara media pemerintah melaporkan virus tersebut dapat masuk ke Tiongkok melalui makanan beku yang diimpor, mengikuti kasus di pelabuhan Tiongkok dan di antara pekerja penyimpanan dingin.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id