Fauci: Warga AS Mungkin Harus Tetap Pakai Masker pada 2022

    Willy Haryono - 22 Februari 2021 10:21 WIB
    Fauci: Warga AS Mungkin Harus Tetap Pakai Masker pada 2022
    Dr Anthony Fauci, salah satu penasihat kesehatan Presiden Joe Biden. (AFP)



    Washington: Warga Amerika Serikat mungkin tetap harus memakai masker di tahun 2022 meski nantinya AS melonggarkan berbagai aturan seputar Covid-19, ucap pakar penyakit menular ternama Dr Anthony Fauci. Pernyataan disampaikan Fauci saat angka kematian akibat Covid-19 di AS sudah hampir mencapai 500 ribu.

    Meski rata-rata infeksi harian Covid-19 di AS turun drastis, ribuan warga di Negeri Paman Sam meninggal akibat virus tersebut pada setiap harinya.




    Angka kematian diyakini belum akan turun secara signifikan karena jumlah warga AS yang divaksinasi sejauh ini masih berada di bawah 15 persen dari total populasi. Mengomentari angka kematian yang sudah mendekati 500 ribu, Fauci menyebutnya sebagai sesuatu yang menyedihkan.

    "Jika kalian melihat apa yang terjadi saat ini, kita belum keluar dari (pandemi Covid-19)," ujar Fauci, dilansir dari laman The New Daily pada Senin, 22 Februari 2021.

    "Setengah juta kematian merupakan sesuatu yang buruk. Kita belum pernah melihat angka seperti ini sejak lebih dari 100 tahun sejak terjadinya pandemi flu 1918," sambungnya dalam program Meet the Press dari kantor berita NBC.

    Baca:  AS Dekati Angka 500.000 Kematian Akibat Covid-19

    Saat ditanya apakah warga AS masih harus tetap memakai masker tahun depan, Fauci berkata: "Saya rasa mungkin saja harus begitu nantinya."

    Namun ia menekankan bahwa kewajiban memakai masker tahun depan sangat tergantung dari penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat dan juga level ancaman dari beberapa varian virus tersebut.

    Mengenai kekebalan kelompok atau herd immunity, Fauci mengaku belum dapat memprediksi kapan AS dapat mencapainya. Ini dikarenakan tingkat vaksinasi Covid-19 di AS juga masih di kisaran belasan persen.

    Terkait vaksinasi, Fauci mengomentari spekulasi di luar sana yang mengatakan bahwa satu dosis vaksin sudah cukup untuk melindungi seseorang dari Covid-19.

    "Kita tidak tahu ketahanan dari satu dosis saja. (Satu dosis) berisiko terhadap minimnya perlindungan, dan dari ancaman beberapa varian," tutur Fauci.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id