Honduras Dorong Kerja Sama 400 Ribu Metrik Ton Sawit dengan Indonesia

    Marcheilla Ariesta - 19 Januari 2021 13:59 WIB
    Honduras Dorong Kerja Sama 400 Ribu Metrik Ton Sawit dengan Indonesia
    Telekonferensi mengenai kerja sama kelapa sawit antara Indonesia dan Honduras. (KBRI Panama City)



    Panama City: Asosiasi Produsen Kelapa Sawit Honduras (AIPAH) menginginkan kerja sama terkait kelapa sawit dengan Indonesia. Mereka ingin mengimpor kelapa sawit Indonesia hingga 400 ribu metrik ton per tahun.

    "Indonesia adalah mitra penting Honduras dalam pengembangan sawit Honduras. Oleh karena itu kami berharap dapat bekerja sama dengan Indonesia untuk membantu mengembangkan sektor sawit Honduras," kata Hector Castro, presiden AIPAH.






    Dikutip dari pernyataan KBRI Panama City yang terima Medcom.id, Selasa, 19 Januari 2021, kebutuhan pasar minyak sawit Honduras tidak dapat dicukupi karena badai Eta dan Iota yang merusak lebih dari 18.600 hektare lahan sawit di negara itu pada November 2020.

    Selain berniat mengimpor sawit, Castro juga menyampaikan permohonan bantuan kepada Indonesia yang meliputi bantuan bibit dengan redemen tinggi untuk ditanam di 18.600 hektar area perkebunan yang rusak, pupuk, peralatan pertanian, bantuan peralatan untuk perbaikan infrastruktur, serta bantuan teknis peningkatan kapasitas di bidang pertanian dan industri kelapa sawit.

    "Sebagai sesama negara produsen kelapa sawit yang tergabung dalam CPOPC, kami berharap Indonesia dapat memberikan bantuan bagi pemulihan sektor kelapa sawit di Honduras pasca virus korona (covid-19) serta pasca terjangan badai Eta dan Iota," ucap Menteri Pertanian dan Peternakan Honduras, Mauricio Guevara.

    Baca:  Kinerja Ekspor Sawit Indonesia Tak Terpengaruh Covid-19

    Wakil Menteri Pertanian, David Ernesto Wainwright Ortega juga menyampaikan pentingnya kerja sama Indonesia-Honduras di sektor sawit guna mengembangkan sektor kelapa sawit dan membantu kehidupan para petani dan keluarga.

    Menanggapi permintaan tersebut, Duta Besar RI untuk Panama City, Sukmo Harsono menyampaikan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendorong realisasi kerja sama ini.

    "Indonesia dan Honduras adalah teman, untuk itu sudah selayaknya untuk saling membantu, terlebih dalam kondisi seperti saat ini, di mana sektor sawit Honduras sedang mengalami tantangan besar akibat bencana badai Eta dan Iota," ucapnya.

    Honduras merupakan produsen sawit terbesar di Amerika Tengah. Luas lahan sawit di Honduras kurang lebih 198.300 hektar dengan jumlah produsen sekitar 18.600 dimana sebagian besar merupakan petani kecil yang memiliki lahan kurang dari 20 hektar.

    Sektor kelapa sawit telah mampu menciptakan pekerjaan langsung sejumlah 26.676 dan pekerjaan tidak langsung sejumlah 35.600. Dari sekitar 865.000 ton produksi minyak sawit Honduras, 22 persen ditujukan untuk pasar nasional dan 78 persen untuk ekspor dengan tujuan ekspor utama ke kawasan Eropa.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id