PM Kanada Tuduh Trump Hasut Kerusuhan di Gedung Capitol

    Willy Haryono - 10 Januari 2021 16:04 WIB
    PM Kanada Tuduh Trump Hasut Kerusuhan di Gedung Capitol
    PM Kanada Justin Trudeau (kanan) dan Presiden AS Donald Trump. (AFP)
    Ottawa: Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengecam Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan mengatakan bahwa orang nomor satu di Washington itu telah menghasut kerusuhan di Gedung Capitol pada Rabu kemarin. Kerusuhan yang dilakukan sekelompok massa pendukung Trump itu menewaskan lima orang, termasuk satu polisi.

    Massa Trump datang ke Gedung Capitol untuk menghentikan proses sertifikasi kemenangan presiden terpilih Joe Biden.

    "Apa yang kita saksikan (di AS) adalah serangan terhadap demokrasi oleh para perusuh, yang telah dihasut oleh petahana dan politisi lainnya," kata PM Trudeau dalam sebuah konferensi pers, dilansir dari laman Yeni Safak pada Minggu, 10 Januari 2021.

    "Meski mengejutkan dan menyedihkan, kita juga melihat bahwa demokrasi dapat tetap bertahan di Amerika, negara sekutu dan tetangga terdekat kita," sambungnya.

    PM Trudeau menegaskan bahwa aksi kekerasan tidak memiliki tempat di tengah masyarakat Kanada. Ia juga menekankan bahwa kelompok ekstremis tidak akan pernah bisa menguasai keinginan rakyat di negara manapun, termasuk Kanada.

    Baca:  Penangkapan Pelaku Kerusuhan Gedung Capitol Berlanjut

    Pernyataan PM Trudeau terhadap Trump merupakan sesuatu yang jarang terjadi. Terlebih, Kanada adalah salah satu mitra dagang terbesar AS. Selama ini, PM Trudeau cenderung berhati-hati saat mengomentari konflik dalam negeri AS.

    Saat ditanya apakah pernyataannya akan berdampak pada hubungan AS-Kanada, PM Trudeau mementahkan anggapan tersebut. Ia menekankan bahwa ucapan seorang pemimpin dapat berdampak positif maupun negatif.

    "Warga Kanada mengharapkan para pemimpinnya untuk selalu melindungi nilai-nilai demokrasi," sebut PM Trudeau.

    Selain menewaskan lima orang, kerusuhan di Gedung Capitol juga berujung pada penguncian akun Trump di Twitter, sebelum akhirnya ditutup secara permanen. Twitter menyebut, penutupan permanen dilakukan usai mempertimbangkan "potensi adanya penghasutan aksi kekerasan lebih lanjut."

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id